Palopo — Sebanyak 11 mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo menerima bantuan dana riset dari Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (Baznas RI) pada Batch 3 Tahun 2026. Bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen Baznas dalam mendorong penguatan kapasitas akademik dan budaya riset mahasiswa di perguruan tinggi Indonesia.
Penyaluran bantuan ini termasuk dalam Pencairan Dana Riset Tahap III bagi mahasiswa BCB angkatan 2024 yang tersebar di berbagai perguruan tinggi, baik Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) maupun perguruan tinggi umum di seluruh Indonesia.
Berdasarkan data resmi, penerima bantuan riset tahap ini berasal dari 72 perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa yang bervariasi di setiap institusi. Di wilayah Sulawesi Selatan, UIN Palopo mencatatkan 11 mahasiswa penerima, menjadikannya salah satu perguruan tinggi dengan jumlah penerima terbanyak pada tahap pencairan tersebut.
Secara nasional, sejumlah perguruan tinggi lain juga menerima bantuan riset dalam jumlah signifikan, antara lain IAIN Sultan Amai Gorontalo (13 mahasiswa), IAIN Ponorogo (12 mahasiswa), UIN Raden Mas Said Surakarta (11 mahasiswa), UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan (11 mahasiswa), serta Universitas Islam As-Syafi’iyah (10 mahasiswa). Selain PTKIN, perguruan tinggi negeri dan swasta seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Hasanuddin, serta sejumlah Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) turut menjadi penerima manfaat program tersebut.

Program bantuan riset BCB BAZNAS RI bertujuan untuk meningkatkan kualitas akademik mahasiswa, mendorong produktivitas penelitian, serta memperkuat kontribusi ilmiah mahasiswa dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pemecahan persoalan umat. Riset yang didanai diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di bidang sosial, keagamaan, pendidikan dan pemberdayaan ekonomi.
Mentor BCB UIN Palopo yang juga dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Akbar Sabani SEI ME, menyampaikan bahwa capaian ini menunjukkan potensi dan daya saing mahasiswa UIN Palopo di tingkat nasional semakin meningkat.
“Bantuan riset ini menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk menyelesaikan penelitian secara optimal. Pendampingan terus kami lakukan agar riset yang dijalankan tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya, Jumat (30/1/2026).
Dengan diterimanya bantuan tersebut, mahasiswa BCB UIN Palopo diharapkan mampu menyelesaikan penelitian tepat waktu, meningkatkan kualitas luaran akademik, serta membawa nama baik universitas dalam penguatan tradisi riset berbasis nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Penulis: Mahfud Massaguni
Penyunting: Reski Azis



