Khutbah Id UIN Palopo: Rektor Angkat Makna Iman di Tengah Keberagaman dan Kehidupan Modern

Khutbah Id UIN Palopo: Rektor Angkat Makna Iman di Tengah Keberagaman dan Kehidupan Modern

Palopo — Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo menjadikan momentum pelaksanaan ibadah Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah sebagai ruang penguatan nilai iman sekaligus peneguhan kebersamaan lintas elemen kampus dan masyarakat. Pelaksanaan salat yang dipusatkan di Masjid Alauddin, Kampus I, Jalan Agatis Kelurahan Balandai Kecamatan Bara, Sabtu (21/3/2026), berlangsung khidmat dan tampak penuh nuansa kekeluargaan.

Rektor UIN Palopo, Dr Abbas Langaji MAg, bertindak sebagai khatib, sementara Ketua Senat, Dr Mustaming SAg MHI, memimpin salat sekaligus memberikan tuntunan pelaksanaan ibadah kepada jamaah. Kegiatan ini dihadiri pimpinan kampus, dosen, tenaga kependidikan, serta masyarakat sekitar yang turut membaur dalam suasana Idulfitri.

Dalam khutbahnya, Rektor menegaskan bahwa Idulfitri bukan sekadar ritual tahunan, tetapi momentum membangun harmoni sosial yang inklusif. Ia menggarisbawahi ajaran Nabi Muhammad saw yang mendorong seluruh umat untuk merayakan Idulfitri secara bersama-sama, bahkan dalam konteks keberagaman di lingkungan keluarga.

“Idulfitri mengajarkan kita tentang kebersamaan yang melampaui sekat. Bahkan dalam keluarga yang berbeda keyakinan, nilai kebersamaan itu tetap harus dirawat,” sebutnya.

Lebih jauh, Rektor menghadirkan analogi “ikan di laut” sebagai refleksi kekuatan iman. Ia menjelaskan bahwa sebagaimana ikan yang hidup di air asin namun tetap tawar selama masih hidup, demikian pula manusia yang memiliki iman tidak akan mudah terpengaruh oleh lingkungan yang negatif.

“Ikan yang hidup di laut tetap tawar, tetapi ketika mati, ia menjadi asin. Begitu juga manusia, ketika iman hidup dalam dirinya, ia tidak mudah terkontaminasi oleh keadaan. Namun jika iman hilang, lingkungan akan dengan mudah memengaruhi,” jelasnya.

Pesan tersebut menjadi penekanan penting bahwa kualitas iman menjadi benteng utama dalam menghadapi dinamika kehidupan modern yang kompleks.

Menutup khutbahnya, Rektor mengajak seluruh jamaah untuk memperkuat ketakwaan melalui praktik kebaikan yang sederhana namun berdampak luas, yakni menghadirkan ketenangan batin dan kebahagiaan bagi sesama.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan tradisi saling berjabat tangan dan bermaaf-maafan, serta dilanjutkan silaturrahim di rumah jabatan Rektor dengan sajian sederhana aneka hidangan khas lebaran, semakin menciptakan suasana hangat yang merefleksikan nilai persaudaraan, solidaritas, serta kedekatan antara sivitas akademika UIN Palopo dan masyarakat.

Momentum ini dinilai menegaskan peran UIN Palopo tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pembinaan nilai-nilai keislaman yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada harmoni sosial.

Penulis & Fotografer: Ahmad Farhan Musaad
Penyunting: Reski Azis

Spread the love
Related Posts
Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *

qwe
Translate »