Palopo – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo, Dr Abbas Langaji MAg, menekankan pentingnya menjaga konsistensi ketakwaan setelah bulan Ramadan dalam khutbah Jumat yang disampaikannya di Masjid Jami Tua Palopo, Jumat (27/3/2026) siang tadi.
Dalam khutbahnya, Rektor menjelaskan bahwa setiap hamba memiliki peluang memperoleh ampunan dari Allah swt dalam berbagai rentang waktu, mulai dari satu waktu salat ke salat berikutnya, hingga ampunan yang diberikan dari tahun ke tahun.
Mengutip firman Allah swt dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, “Yā ayyuhalladzīna āmanū kutiba ‘alaikumush-shiyām kamā kutiba ‘alalladzīna min qablikum la‘allakum tattaqūn,” ia menegaskan bahwa kewajiban puasa yang berulang setiap tahun merupakan pengingat bagi umat Islam untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas ketakwaan.
“Pertanyaannya, mengapa ayat ini terus kita dengarkan setiap Ramadan? Para ulama menjelaskan, boleh jadi setelah sebelas bulan berlalu, kadar ketakwaan kita mengalami penurunan. Karena itu, Ramadan hadir sebagai momentum untuk kembali menyucikan dan memperkuat ketakwaan,” ujarnya.
Rektor juga mengingatkan agar umat Islam tidak hanya menjadi “hamba Ramadhani” yang meningkatkan ibadah secara temporer, tetapi menjadi “hamba Rabbani” yang konsisten dalam ketaatan sepanjang waktu.
Menurutnya, salah satu indikator keberhasilan ibadah puasa adalah sejauh mana dampaknya terhadap perilaku sehari-hari, termasuk dalam menjaga lisan, sikap, serta aktivitas di ruang digital.
“Ketika berpuasa, kita mampu mengontrol perkataan dan menahan diri dari hal yang tidak bermanfaat. Pertanyaannya, apakah hal tersebut tetap terjaga di luar Ramadan? Jika iya, maka puasa kita telah memberi dampak nyata dalam kehidupan,” jelasnya.
Menutup khutbahnya, Rektor mengajak jamaah untuk terus menghidupkan nurani sebagai benteng diri dari berbagai perbuatan tercela. Ia menegaskan bahwa nurani yang terpelihara akan menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif di lingkungan sekitar.
“Jika nurani kita terjaga, maka apa pun yang tidak baik di sekitar kita tidak akan mudah memengaruhi diri kita,” pungkasnya.
Penulis: Jefri Nugraha
Fotografer: Adrian
Penyunting: Reski Azis





