UIN Palopo Perkenalkan Budaya Luwu kepada Mahasiswa Internasional dari Tujuh Negara melalui GCIP 2026

UIN Palopo Perkenalkan Budaya Luwu kepada Mahasiswa Internasional dari Tujuh Negara melalui GCIP 2026

Palopo — Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo sukses menyelenggarakan Global Cultural Immersion Program (GCIP) 2026 pada 11–14 Juni 2026 lalu. Mengusung tema “Ancestral Roots: Exploring Luwu’s Culture through The Lens of Moderation and Ecotheology,” program ini menghadirkan pengalaman akademik, budaya, sosial, dan ekologis bagi mahasiswa internasional yang dipusatkan di Kota Palopo dan Kabupaten Luwu Utara.

Program ini merupakan bagian dari komitmen UIN Palopo dalam memperkuat internasionalisasi kampus sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Tana Luwu kepada masyarakat global. Melalui pendekatan cultural immersion, peserta diajak memahami nilai-nilai moderasi beragama, kearifan lokal, serta hubungan harmonis antara manusia dan lingkungan yang hidup dalam masyarakat Luwu.

GCIP 2026 diikuti oleh 17 mahasiswa internasional dari tujuh negara, yakni Thailand, Sudan, Suriah, Nigeria, Pakistan, Bangladesh, dan Timor-Leste. Para peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, di antaranya UIN Palopo, UIN Alauddin Makassar, Universitas Hasanuddin, Universitas Bosowa, dan Universitas Muhammadiyah Palopo.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Opening Ceremony dan International Sharing Session on Culture di Auditorium Phinisi di Kampus II UIN Palopo. Peserta kemudian mengikuti pengenalan kuliner khas Luwu melalui praktik pembuatan kapurung, dilanjutkan kunjungan budaya ke Istana LangkanaE Kedatuan Luwu untuk mempelajari sejarah, adat, dan tradisi masyarakat Luwu.

Selanjutnya, peserta mengunjungi kawasan wisata alam Sungai Latuppa untuk merefleksikan hubungan manusia dan lingkungan dalam perspektif ekoteologi. Kegiatan hari pertama ditutup dengan malam kebersamaan di Baruga Iskandariyah, Kelurahan Latuppa, Kecamatan Mungkajang, Kota Palopo.

Pada hari kedua hingga ketiga, peserta melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Rongkong, Kabupaten Luwu Utara. Setibanya di Dusun Salurante, Desa Rinding Allo, mereka disambut secara adat oleh pemerintah desa dan tokoh masyarakat melalui prosesi budaya serta tarian tradisional khas Rongkong.

Selama berada di Rongkong, peserta mengunjungi sentra tenun tradisional untuk mempelajari proses pembuatan kain tenun serta nilai filosofis yang terkandung dalam motif-motif khas masyarakat setempat. Melalui konsep homestay di Dusun Manganan, peserta juga berkesempatan berinteraksi langsung dengan masyarakat dan merasakan kehidupan sehari-hari warga.

Berbagai kegiatan pembelajaran lapangan turut dilaksanakan, mulai dari dialog budaya bersama tokoh adat, observasi sosial, kunjungan edukatif ke SD Manganan, permainan tradisional, pengabdian kepada masyarakat, hingga diskusi reflektif mengenai budaya, moderasi beragama, dan keberlanjutan lingkungan.

Kegiatan ini didampingi langsung oleh Wakil Rektor (Warek) Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN Palopo, Dr Masruddin A SS MHum, selaku Ketua Panitia. Turut hadir Warek Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr Takdir Ishak SH MH MKM, Kepala International Office, Akbar SPdI MEd PhD, serta sejumlah pimpinan dan perwakilan perguruan tinggi mitra. Pelaksanaan program juga didukung oleh 23 volunteer mahasiswa UIN Palopo dan 10 mahasiswa kolaborator dari Universitas Cokroaminoto Palopo.

Warek Masruddin, menjelaskan GCIP ini merupakan langkah strategis kampus dalam membangun jejaring internasional yang berakar pada potensi budaya lokal.

“Melalui Global Cultural Immersion Program, kami ingin memperkenalkan kekayaan budaya dan nilai-nilai kearifan lokal Luwu kepada mahasiswa internasional. Program ini tidak hanya menjadi ruang pembelajaran akademik, tetapi juga wadah membangun persahabatan lintas bangsa serta memperkuat pemahaman tentang moderasi beragama dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.

Apresiasi datang dari Kepala Desa Rinding Allo, Rahmat Patta Bone. Menurutnya, kehadiran peserta internasional menjadi kesempatan berharga bagi masyarakat untuk memperkenalkan budaya dan tradisi Rongkong kepada dunia.

Puncak kegiatan berlangsung pada malam Farewell Party dan International Cultural Night di Dusun Manganan. Acara tersebut menampilkan pertunjukan budaya dari peserta internasional, mahasiswa pendamping, dan masyarakat setempat. Kegiatan ini bahkan dihadiri langsung Wakil Bupati Luwu Utara, Jumail Mappile SIP MSi, yang memberikan apresiasi atas inisiatif UIN Palopo dalam membangun diplomasi budaya melalui pendidikan.

“Program seperti ini memiliki dampak yang sangat positif karena memperkenalkan potensi budaya dan pariwisata daerah kepada dunia internasional. Kami berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi salah satu agenda internasional yang memperkuat citra Kabupaten Luwu Utara sebagai daerah yang terbuka, ramah, dan kaya akan budaya,” terang Jumail.

Melalui penyelenggaraan GCIP 2026, UIN Palopo dinilai kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun jejaring internasional sekaligus memperkenalkan budaya Luwu sebagai warisan yang sarat nilai toleransi, harmoni, dan keberlanjutan kepada masyarakat global.


Penulis: Mahfud Massaguni
Fotografer: Adrian
Penyunting: Reski Azis

Spread the love
Related Posts
Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *

qwe
Translate »