Perkuat Diversifikasi Pangan, Mahasiswa KKN UIN Palopo Gelar Lomba Masak Hasil Tani Lokal

Perkuat Diversifikasi Pangan, Mahasiswa KKN UIN Palopo Gelar Lomba Masak Hasil Tani Lokal

Luwu Utara — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 54 Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo bersama masyarakat Desa Sidobinangun, Kecamatan Tana Lili, Kabupaten Luwu Utara, menggelar Lomba Masak Hasil Tani Nonberas dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong diversifikasi pangan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan hasil pertanian lokal, Selasa siang (29/9/2026) kemarin.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Sidobinangun tersebut diikuti oleh perwakilan dari tiga dusun di Desa Sidobinangun. Masing-masing peserta menghadirkan beragam inovasi makanan dan minuman berbahan dasar hasil tani lokal, di antaranya jagung, ubi, kimpul, dan bunga telang.

Melalui keterlibatan kelompok ibu-ibu dan perempuan di masing-masing dusun, berbagai bahan pangan lokal tersebut diolah menjadi sajian yang kreatif, menarik, dan memiliki nilai gizi. Peserta tidak hanya dituntut menghasilkan menu yang lezat, tetapi juga menunjukkan kreativitas dalam mengolah bahan pangan yang tersedia di lingkungan desa.

Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang berasal dari Puskesmas Tana Lili, Bidan Desa Sidobinangun, serta beberapa guru SMAN 12 Luwu Utara. Adapun aspek yang dinilai meliputi kandungan gizi, kreativitas penyajian, dan cita rasa setiap menu yang disajikan.

Kepala Desa Sidobinangun menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan yang diinisiasi mahasiswa KKN KLP 54 UIN Palopo ini. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan adanya kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menggali serta mengembangkan potensi yang dimiliki desa.

Apresiasi serupa disampaikan Hermina SKsi, tokoh perempuan setempat. Ia menilai kegiatan diversifikasi pangan memberikan manfaat bagi masyarakat karena memperkenalkan berbagai alternatif bahan pangan selain beras.

“Dengan adanya kegiatan ini sangat bermanfaat, karena misalnya ada masyarakat yang tidak memiliki beras, mereka tetap dapat membuat menu makanan dengan menggunakan bahan pokok lainnya. Ubi, jagung, talas, maupun kentang dapat diolah menjadi berbagai menu yang bervariasi, enak, dan lebih bergizi,” ungkap Hermina.

Menurutnya, pengolahan bahan pangan lokal secara kreatif dapat membuka wawasan masyarakat mengenai potensi hasil pertanian yang tersedia di desa. Selain menjadi sumber pangan alternatif, bahan-bahan tersebut juga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan yang bernilai.

Bagi mahasiswa KKN Kelompok 54 UIN Palopo sendiri, kegiatan ini merupakan salah satu program kerja yang dikembangkan berdasarkan aset dan potensi Desa Sidobinangun. Hasil pertanian lokal yang tersedia di masyarakat didorong untuk dikembangkan melalui kreativitas dan inovasi pengolahan pangan.

Kegiatan ini sekaligus dinilai menjadi ruang interaksi dan pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN dan warga desa. Mahasiswa mendorong masyarakat untuk mengenali dan mengembangkan potensi yang dimiliki di lingkungan mereka, sembari berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya diversifikasi pangan semakin meningkat.


Penulis: Novi Rahmadona
Foto: Posko 54 KKN 2026
Penyunting: Reski Azis

Spread the love
Related Posts
Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *

qwe
Translate »