Luwu Utara — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo Kelompok 35 Posko Desa Limbong mendampingi siswa SMP Negeri 1 Rongkong di Kecamatan Limbong, Kabupaten Luwu Utara, mengembangkan kerajinan berbasis budaya dan potensi alam lokal. Program ini dilaksanakan melalui praktik pembuatan kerajinan hingga pameran budaya Rongkong, Sabtu (26/9/2026).
Koordinator Desa (Kordes) Posko KKNi, Hariri, menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan kekayaan budaya Rongkong kepada generasi muda sekaligus mendorong kreativitas siswa melalui pemanfaatan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Pendampingan dilakukan secara rutin setiap sore di posko KKN. Para siswa dibimbing membuat berbagai produk kerajinan yang mengangkat identitas budaya setempat, antara lain miniatur rumah adat Rongkong berbahan bambu dan daun pandan berduri, kerajinan berbentuk rumah adat dari biji-bijian, serta vas bunga berbahan tanah liat.
Sejumlah karya lainnya berupa selendang bermotif Sekong Sirenden Sipomandi, rajutan, dan anyaman dari daun pandan berduri. Berbagai produk tersebut dinilai Haririr menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal dan mengekspresikan kekayaan budaya Rongkong melalui karya kreatif.
Rangkaian kegiatan mencapai puncaknya melalui Pameran Budaya Rongkong yang menampilkan hasil kerajinan para siswa. Dalam kesempatan tersebut, siswa SMPN 1 Rongkong juga mempresentasikan karya mereka dengan menggunakan bahasa Inggris.
Kegiatan ini sejalan dengan tema KKN, yakni “Integrasi Islam, Sains, Bahasa, dan Kearifan Lokal.” Melalui praktik tersebut, siswa belajar membuat kerajinan dan mengenal budaya daerah, serta mengembangkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa internasional serta memperkenalkan identitas lokal kepada khalayak yang lebih luas.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan penghargaan kepada peserta dengan kategori Juara I, Juara II, dan Juara III. Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala SMPN 1 Rongkong, Arie Fernandes SPd.
Melalui program ini, mahasiswa KKN UIN Palopo melalui Hariri, berharap siswa semakin mengenal, menghargai, dan melestarikan budaya Rongkong. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas generasi muda dalam mengolah potensi alam menjadi karya yang memiliki nilai budaya.
Penulis: Epi
Foto: KKN Kelompok 35
Penyunting: Reski Azis






