Setahun Didampingi UIN Palopo, Usaha Olahan Ikan Pangkilang Kian Berkembang

Setahun Didampingi UIN Palopo, Usaha Olahan Ikan Pangkilang Kian Berkembang

Luwu Timur — Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo di Desa Timampu Kabupaten Luwu Timur terus menunjukkan keberlanjutan setelah setahun pendampingan. Kelompok ibu-ibu PKK tetap mengembangkan usaha olahan ikan pangkilang, sementara mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XLVIII melanjutkan fasilitasi usaha yang telah dirintis sejak 2025 silam.

Keberlanjutan program tersebut ditandai dengan pengembangan produk olahan ikan lokal, penguatan identitas usaha, serta kepemilikan sertifikat halal yang dinilai meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk masyarakat.

Perkembangan itu menjadi bagian dari refleksi tim pengabdian bersama kelompok ibu-ibu PKK dalam kegiatan Sharing Session di Kopi Saku, Desa Timampu, Jumat malam (9/10/2026). Kegiatan tersebut tampak menjadi ruang dalam mengevaluasi perkembangan usaha, sekaligus mendengarkan pengalaman masyarakat setelah melalui proses pendampingan.

Salah satu capaian yang mengemuka ialah pengembangan ikan pangkilang menjadi produk bernilai tambah, di antaranya abon dan sambal ikan pangkilang. Melalui fasilitasi mahasiswa KKN UIN Palopo, produk tersebut dikembangkan dari sisi pengolahan, pembenahan kemasan, identitas usaha, dan pemenuhan sertifikasi halal.

Dalam sesi berbagi tersebut, para pelaku usaha mengungkapkan label halal turut meningkatkan kepercayaan konsumen. Sertifikasi itu juga menumbuhkan kepercayaan diri mereka dalam menawarkan produk kepada pasar yang lebih luas.

Pendampingan Berlanjut Lintas Angkatan

Keberlanjutan program terlihat dari keterlibatan mahasiswa KKN UIN Palopo Angkatan XLVIII yang kini turut memfasilitasi pengembangan usaha olahan pangkilang tersebut. Kehadiran mahasiswa generasi berikutnya dinilai menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan pendampingan, sehingga usaha masyarakat tidak berhenti ketika satu periode program berakhir.

Pendekatan ini sejalan dengan prinsip Asset-Based Community Development (ABCD), yakni pengembangan masyarakat yang bertumpu pada aset, potensi, dan kekuatan yang telah dimiliki komunitas. Dalam penerapannya di Timampu, masyarakat ditempatkan sebagai pelaku utama perubahan, sedangkan tim pengabdian dan mahasiswa berperan memfasilitasi pengembangan potensi tersebut.

Hal itu dijelaskan dalam Sharing session oleh Dr Adzan Noor Bakri SESy MESy, dosen Program Studi (Prodi) Ekonomi Syariah (EKS) Pascasarjana UIN Palopo. Forum tersebut juga dinilai menjadi sarana refleksi atas proses pendampingan sekaligus ruang untuk mengidentifikasi perkembangan dan kebutuhan penguatan usaha masyarakat.

Program ini diketahui merupakan bagian dari Klaster Pengabdian Masyarakat Berbasis Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dalam Bidang Ekonomi Umat, Pangan, Produk, dan Wisata Halal.

Masih menurut Adzan, perkembangan usaha olahan ikan pangkilang di Desa Timampu memperlihatkan pentingnya pendampingan yang berorientasi pada keberlanjutan. Melalui penguatan potensi lokal dan keterlibatan aktif masyarakat, program pengabdian diharapkan mampu mendorong tumbuhnya usaha yang semakin mandiri.


Foto: Posko KKN Desa Timampu
Penyunting: Reski Azis

Spread the love
Related Posts
Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *

qwe
Translate »