Luwu Timur — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Posko 93 Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo mengembangkan program Kebun Gizi Keluarga di halaman Kantor Desa Ledu-Ledu, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur. Program yang berlangsung sejak 11 September hingga 10 Oktober 2026 ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan desa, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi dan kesehatan keluarga sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
Program tersebut mahasiswa wujudkan melalui pemanfaatan lahan yang sebelumnya gersang dan kurang produktif menjadi kebun yang ditanami berbagai jenis sayuran, tanaman obat, dan bunga. Inisiatif ini dinilai menjadi bentuk kontribusi para mahasiswa dalam mendorong pemanfaatan potensi lokal untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memanfaatkan barang bekas sebagai wadah tanam serta menggunakan sekam dan pupuk kandang sebagai media tanam. Pendekatan tersebut selain menekan biaya pengelolaan kebun, juga mendorong pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar secara lebih efektif dan ramah lingkungan.
Koordinator Desa (Kordes) KKN-T Posko 93 UIN Palopo, Abimayu Ramadhan, mengatakan program Kebun Gizi Keluarga tersebut berorientasi pada penataan lingkungan, serta diarahkan untuk mendorong pemanfaatan potensi desa dalam mendukung kesehatan masyarakat.
“Melalui program ini, kami berharap kebun dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengelola sumber daya yang tersedia secara produktif,” katanya, Senin (13/10/2026).
Sementara itu Sekretaris Desa Ledu-Ledu, Apriani Abbas SSos, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN-T UIN Palopo yang dinilainya mampu mengoptimalkan pemanfaatan aset desa melalui kolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat.
Keterlibatan warga dan anak-anak dalam proses pengerjaan turut mendukung pelaksanaan program. Setelah proses penanaman, perangkat desa bersama masyarakat tampak melakukan penyiraman tanaman secara rutin setiap pagi, sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga dan merawat kebun agar tetap produktif.
Perubahan lahan yang semula gersang menjadi lebih hijau dan tertata menurut Abimayu menjadi salah satu hasil nyata dari programnya tersebut. Selain memperindah lingkungan kantor desa, keberadaan kebun ini ia harapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pemanfaatan lahan pekarangan, pengenalan tanaman bermanfaat, serta pentingnya pemenuhan gizi keluarga.
Melalui program Kebun Gizi Keluarga, para mahasiswa KKN-T Posko 93 UIN Palopo dinilai turut mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan dan memanfaatkan potensi lokal. Keberlanjutan program ini mereka harapkan terus didukung oleh pemerintah desa dan masyarakat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Penulis: Jefri Nugraha
Foto: Istimewa
Penyunting: Reski Azis






