Webinar Internasional, Pascasarjana IAIN Palopo Hadirkan Narasumber Dari Brunai

Webinar Internasional, Pascasarjana IAIN Palopo Hadirkan Narasumber Dari Brunai

Humas- Internasional webinar Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo sukses digelar siang tadi, Selasa, 29 Desember 2020. Dimana seremonial acara digelar di Aula Gedung E Pascasarjana IAIN Palopo.

Webinar mengusung tema “Prospektif Studi Islam Pasca Pandemi Covid-19”, menghadirkan narasumber dari Sultan Syarif Ali Islamic University, Brunai Darussalam, Dr. Cecep Soleh Kurniawan, Guru Besar Sultan Sayarif Riau, Prof.. Dr. H Raihani, M.Ed., PhD, dan narasumber dari kampus IAIN Palopo yakni Direktur Pascasarjana, Dr. H. M. Zuhri Abu Nawas, Lc, MA.

Rektor IAIN Palopo, Prof. Dr. Abdul Pirol, selaku keynote speaker, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut dan antusiasme para partisipan. Dirinya menuturkan, dalam prospektif studi Islam pasca Pandemi akan muncul tuntutan baru dalam pengembangan Islmic studies, baik berkaitan dengan sistem atau teknologi pembelajaran, substansi kajian maupun keilmuan baru.

Pandemic civid-19 yang belum jelas kapan akan berakhir ini, perlu merespon secara cepat kecenderungan pergeseran arah studi yang mau tak mau mengarah pada integrasi dan interkoneksi keilmuan, kata Rektor.

Ada pun Prof Raihani, narasumber pertama yang memaparkan materinya senada dismpaikan Rektor IAIN Palopo, diperlukan optimisme melihat fakta perkembangan global dan nasional penyebaran covid-19 dengan varian baru.

Lanjut dalam faktanya, memprediksi setahun atau dua tahun kedepan, berjuang menghadapi pendemi ini dengan menerapkan protokol kesehatan meskipun sudah vaksinasi, “Situasi masyarakat pasca pandemic. Perbaikan di bidang ekonomi, keretakan social menguat, protokol kesehatan akan berlanjut meski tidak terlalu disiplin dan teknologi menjadi andalan utama dalam berinteraksi.” papar Raihani.

Lebih lanjut, merurutnya madrasah atau PTKI memungkinkan akan menggunakan dual metode daring dan luring. “Pendidikan Islam dapat menjadikan pandemi sebagai momentum untuk berbenah, melihat kembali kelemahan-kelemahan yang ada dan mencari solusi-solusi untuk memperbaiki dan pengalaman selama pandemi harus dikapitalisasi untuk mengantisipasi masa depan yang penuh turbulensi dan perubahan dramatis.” simpulnya.

Dari pantauan Humas, webinar Pascasarjana ini dimoderatori Muh. Zuljalal Al Hamdany, S.Pd., M.Pd, diikuti kurang lebih 150 partispan, dimana para partisipan diberi sesi tanya jawab pada ketiga narasumber. (humas)

Spread the love
Related Posts
Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *

qwe
Translate »