IAIN Palopo Peringati Isra Mi'raj, Refleksi Tujuan Manusia Sebagai Hamba

IAIN Palopo Peringati Isra Mi’raj, Refleksi Tujuan Manusia Sebagai Hamba

#KarebaHumas – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo, peringati Isra Mi’raj, 17 Maret 2021 di Masjid Alauddin IAIN Palopo, yang digelar pengurus Masjid dan Ma’had Al Jamiah IAIN Palopo.

Acara yang digelar secara offline dan online tersebut dibuka oleh Rektor IAIN Palopo, Prof .Dr. Abdul Pirol, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan pembacaan do’a.

Dihadiri secara offline, Wakil Rektor I, III, Kepala Biro AUAK, Dekan Fasya dan sejumlah tenaga pendidik, kependidikan ada pula perwakilan mahasiswa dan 140 peserta yang mengikuti secara virtual/online. Selaku pembawa hikmah Isra Mi’raj, Prof. Dr. H. M. Said Mahmud, Lc., MA.

Mengawali sambutan Prof. Dr. Abdul Pirol, dirinya menyampaikan apresiasi kegiatan sederhana namun bermakna tersebut. Dikatakannya peringatan Isra Mi’raj ini merupakan moment penting, diketahui dalam Isra Mi’raj banyak momen penting yang menjadi acuan dalam kehidupan.

“Isra Mi’raj ini bisa dikatakan stating point, salah satu hikmahnya awal mula diperintahkannya kaum Muslim mengerjakan shalat. Shalat ini adalah kunci untuk meraih kebaikan dunia mau pun akhirat, disebutkan dalam salah satu hadits, Shalat adalah kunci dari semua kebaikan,” ucap Rektor IAIN Palopo.

Dirinya mengungkapkan, bahwa banyak lagi hadits maupun ayat Al-Qur’an tentang pentingnya shalat, karena itu Rektor mendukung upaya unit Ma’had Al Jamiah dalam peningkatan kelancaran mengaji dan mengkaji Al-Qur’an pada mahasiswa IAIN Palopo.

Sementara itu Hikmah Isra Mi’raj, yang disampaikan Guru Besar IAIN Palopo, Prof. Dr. H. M. Said Mahmud, mengungkapkan bahwa tujuan dari Isra Mi’raj, adalah memperlihatkan kebesaran Allah swt. Dan menyadarkan tujuan manusia di dunia.

Diungkapkan pula, hikmah Isra Mi’raj, dari kemajuan ilmu saat ini, baik pada kemajuan ilmu bidang kedokteran, maupun teknologi transportasi. Diceritakan Rasulullah dari Masjidil haram ke Masjidil Aqsa hingga ke Sidratul Muntaha, sebagian pendapat bahwa Rasulullanh menggunakan kendaraan Buraq, yang kecepatannya melampauai kecepatan cahaya.

Hal inilah yang berusaha diciptakan manusia saat ini, telah diciptakan kendaraan cepat seperti pesawat, meskipun tidak dapat menyamai.

Lebih lanjut, ditengah kemajuan ilmu manusia, kata Prof. Said, masih banyak yang menyalahgunakan ilmu tersebut dengan berbuat kejahatan. Menurut dia hal tersebut disebabkan tak hadirnya iman pada seseorang. Dari pantauan humas, acara yang berlangsung kurang lebih 2 jam itu diakhiri dengan dialog atau tanya jawab, antara pembawa hikmah Isra Mi’raj dengan peserta. (humas)

Spread the love
Related Posts
Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *

qwe
Translate »