Ceramah Subuh di MALP, Rektor UIN Palopo Bahas Tuntas Makna Spiritual Puasa

Ceramah Subuh di MALP, Rektor UIN Palopo Bahas Tuntas Makna Spiritual Puasa

Palopo — Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo, Dr Abbas Langaji MAg, menyampaikan ceramah subuh di Masjid Agung Luwu Palopo (MALP), Kelurahan Batupasi, Kecamatan Wara Utara, Selasa (24/02/2026). Dalam tausiyahnya, ia menjelaskan ibadah puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum membangun koneksi spiritual yang kuat dengan Allah swt sejak masuk waktu subuh hingga berbuka.

Menurut Rektor Abbas, puasa dimulai tepat saat azan subuh berkumandang. Pada saat itu, nurani seorang muslim yang berpuasa berada dalam kondisi terhubung secara spiritual dengan Allah swt. Keterhubungan tersebut akan terus terjaga selama puasa dijalankan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.

“Ketika waktu subuh masuk dan kita memulai puasa, saat itu nurani kita terkoneksi langsung dengan Allah swt. Koneksi itu baru terputus ketika puasa batal atau ketika telah tiba waktu berbuka,” ujarnya di hadapan jamaah.

Ia juga mengingatkan untuk menjaga puasa tidak hanya sebatas menghindari hal-hal yang membatalkan secara hukum fikih, tetapi juga menahan diri dari perbuatan yang dapat mengurangi kualitas dan nilai ibadah. Puasa, lanjutnya, adalah latihan pengendalian diri yang berdampak pada pembentukan karakter dan integritas seorang muslim.

Masih dalam ceramahnya tersebut, Rektor juga menyinggung keutamaan pahala orang yang berpuasa sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadis Nabi Muhammad saw. Ia mengajak jamaah untuk meyakini bahwa kondisi spiritual saat berpuasa merupakan keadaan yang sangat dekat dengan rahmat dan kasih sayang Allah swt.

Selain itu, ia menekankan keistimewaan doa orang yang berpuasa. Menurutnya, kondisi menahan diri dari hawa nafsu dan menjaga hati sepanjang hari menjadikan doa lebih mudah dikabulkan karena berada dalam suasana spiritual yang khusyuk.

Rektor Abbas turut meneladankan praktik para ulama terdahulu yang memanfaatkan waktu siang di bulan Ramadan untuk memperbanyak ibadah seperti berzikir, bertasbih, beristigfar, dan memperdalam ilmu, dibandingkan menghabiskan waktu pada aktivitas yang kurang bernilai.

Menutup ceramahnya, ia mengajak jamaah untuk menjadikan rentang waktu sejak subuh hingga berbuka sebagai ruang pembinaan diri dan peningkatan kualitas amal.

“Sejak subuh sampai berbuka, kita sedang berada dalam latihan spiritual. Maka isi waktu itu dengan amal-amal terbaik,” pesannya.


Penulis: Adrian
Fotografer: Ahmad Farhan M
Penyunting: Reski Azis

Spread the love
Related Posts
Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *

qwe
Translate »