Palopo, Humas – Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) dan Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Akademik, pada Kamis, 15 Mei 2025 pukul 08.00 Wita hingga selesai. Berlangsung di Aula Rektorat lantai tiga, Kelurahan Balandai, Kecamatan Bara.
Kedua rapat ini dipimpin langsung Rektor UIN Palopo, Abbas Langaji, dan dihadiri jajaran pimpinan universitas, seperti para Wakil Rektor, Dekan, Direktur Pascasarjana, Ketua Lembaga, Kepala Biro AUAK, Kepala SPI, Kepala P2B, para Kepala UPT, para Wakil Dekan Bidang Akademik, Kabag Umum dan Layanan Akademik, serta Kasubag Layanan Akademik lingkup UIN Palopo.
Dalam sambutannya, Rektor menegaskan pertemuan ini menjadi momentum tersendiri dalam sejarah transformasi kelembagaan dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo menjadi UIN Palopo. Ia kembali menyebut alih status ini merupakan buah dari jerih payah kolektif seluruh sivitas akademika selama bertahun-tahun.
“Perubahan ini bukan datang begitu saja, melainkan hasil dari kerja keras kita semua sejak masih berstatus IAIN hingga kini menjadi UIN,” bukanya.
Selanjutnya Rektor juga menyampaikan arahan strategis terkait pengembangan lembaga pasca peralihan status.
“Jadi ada beberapa perubahan struktur Fakultas, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) kini berganti nama menjadi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Lalu Fakultas Syariah kini menjadi Fakultas Syariah dan Hukum,” ungkapnya.
Lebih jauh, ia juga menekankan pentingnya untuk menyukseskan agenda besar peresmian UIN Palopo, yang dijadwalkan akan berlangsung pada Sabtu, 21 Juni 2025 mendatang.
Dalam pernyataannya, Rektor berharap acara peresmian ini menjadi kegiatan terbesar dalam sejarah kampus hijau. Ia mengungkapkan, Menteri Agama RI dijadwalkan hadir langsung untuk meresmikan UIN Palopo.
Selain itu, Rektor juga memberi beberapa arahan penting untuk melakukan sosialisasi masif dengan mendorong publikasi dan sosialisasi nama UIN ke masyarakat secara luas. Serta melakukan re-branding dengan menginstruksikan perubahan seluruh spanduk dan flyer, menyesuaikan dengan identitas baru sebagai UIN.
Sementara itu, Wakil Rektor I, Munir Yusuf, menekankan agenda utama lainnya dari rapat ini adalah penyesuaian dan perubahan nomenklatur akademik yang disesuaikan dengan status baru UIN.
“Perubahan nomenklatur dari IAIN ke UIN menjadi penting agar struktur dan istilah akademik kita selaras dengan ketentuan kelembagaan universitas,” ujar Munir.
Ia juga menambahkan, penyesuaian tersebut mencakup aspek administratif, layanan akademik dan struktur fakultas. Dimana semuanya harus segera diselaraskan untuk mendukung sistem akademik berbasis universitas.





