UIN Palopo Genjot PMB Pascasarjana Lewat Pendekatan Digital dan Hybrid Learning

UIN Palopo Genjot PMB Pascasarjana Lewat Pendekatan Digital dan Hybrid Learning

Palopo — Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Strategi Sosialisasi Pascasarjana di Era Digital, Selasa (28/4/2026). Forum ini dinilai menjadi ruang konsolidasi pimpinan dan dosen dalam merumuskan pendekatan baru untuk memperkuat ekosistem Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) berbasis data dan layanan adaptif.

FGD menghadirkan narasumber Kepala Pusat (Kapus) Sosialisasi dan Penerimaan Mahasiswa pada Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Palopo, Dr Adzan Noor Bakri SESy MAEk. Kegiatan ini turut diikuti sejumlah pimpinan dan akademisi Pascasarjana, di antaranya Prof Dr Hj A Sukmawati Assaad SAg MPd, Dr Wisran SS MPd, Dr Bustanul Iman RN SHI MA, Dr Baso Hasyim MSosI, Kasubag Pascasarjana Muhammad Alamsyah SE, serta staf Program Studi (Prodi) dan UPPS.

Direktur Pascasarjana UIN Palopo, Prof Dr Muhaemin MA, dalam sambutannya menjelaskan strategi sosialisasi PMB harus terus bertransformasi mengikuti dinamika digital. Ia menekankan pentingnya integrasi pendekatan berbasis kebutuhan dan karakteristik masyarakat agar lebih tepat sasaran.

Salah satu fokus utama dalam diskusi di dalam FGD ini adalah penguatan basis data calon mahasiswa. Peserta sepakat bahwa data tidak lagi dikelola secara personal, melainkan harus terintegrasi dalam sistem terpusat berbasis Customer Relationship Management (CRM). Data dari alumni, wisudawan, mitra, dosen, hingga jejaring mahasiswa dinilai sebagai aset strategis yang harus dikelola secara sistematis hingga tahap konversi pendaftaran.

Dr Wisran misalnya menyoroti pentingnya komitmen kolektif sivitas akademika dalam mendorong capaian PMB, yang juga berdampak langsung pada optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Ia menekankan penguatan pemanfaatan media sosial, peningkatan layanan akademik yang responsif—termasuk di luar jam kerja—serta perlunya dukungan dari pemerintah dan sektor perbankan.

Sementara itu, Dr Baso Hasyim menekankan pentingnya penguatan daya tarik Prodi melalui pendekatan kreatif dan komunikatif. Ia menyebut peran mahasiswa, khususnya dari Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), serta alumni sebagai aktor kunci dalam memperluas jangkauan promosi, termasuk melalui jejaring lintas daerah.

Adapun Prof A Sukmawati Assaad, menambahkan pemetaan pasar tiap Prodi harus dilakukan secara lebih terukur, termasuk identifikasi nilai jual unggulan. Ia juga mendorong penguatan regulasi internal serta optimalisasi data alumni melalui koordinasi aktif lintas Prodi.

Di sisi lain, Dr Bustanul Iman menekankan perlunya langkah taktis di lapangan melalui pendekatan langsung ke instansi dan pemangku kepentingan. Ia juga mengusulkan strategi insentif, seperti beasiswa dan inovasi program promosi untuk meningkatkan minat calon mahasiswa.

FGD ini juga menyoroti urgensi inovasi pembelajaran melalui penerapan kelas hybrid guna menjangkau pasar yang lebih luas. Dukungan sarana prasarana, termasuk ruang pembelajaran berbasis hybrid, dinilai sebagai kebutuhan strategis yang harus segera dipenuhi.

Melalui forum ini, Pascasarjana UIN Palopo menegaskan komitmennya untuk memperkuat strategi PMB berbasis data terintegrasi, layanan akademik yang adaptif, serta kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan daya saing institusi di era digital.

Penulis: Ashar Zabir
Foto: Humas Pascasarjana
Penyunting: Reski Azis

Spread the love
Related Posts
Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *

qwe
Translate »