Palopo — Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo secara resmi melepas 1.108 mahasiswa untuk mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) reguler Angkatan I. Pelepasan berlangsung pada Jumat (4/7/2025) siang tadi sekira pukul 14.00 Wita bertempat di Auditorium Phinisi kampus 2 jalan Bitti Kelurahan Balandai Kecamatan Bara.
Pelepasan mahasiswa KKN tersebut dihadiri langsung Rektor UIN Palopo, Abbas Langaji, yang didampingi Wakil Rektor (Warek) III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Takdir Ishak. Turut hadir Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Salmila, Koordinator Pusat (Korpus) Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) LP2M Adzan Noor Bakri, para dosen pendamping lapangan, serta seluruh mahasiswa peserta KKN.
Khusus 10 orang peserta KKN Nusantara, juga dilepas sore tadi sekira pukul 16.00 Wita di ruang tamu Rektorat di kampus 1 oleh Rektor yang didampingi Kepala LP2M Nurdin K. Peserta KKN Nusantara ini antara lain akan mengabdi di Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mereka akan dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan Andi Musafir Rusyaidi. Rincian peserta KKN Nusantara ini terdiri dari 5 orang mahasiswa dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), 3 orang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), dan 2 orang lainnya dari Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD).
Sebelumnya, seluruh peserta KKN ini menerima pembekalan sejak Rabu (2/7/2025). Mereka menerima sejumlah materi antara lain dari Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), hingga Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palopo.
Dalam sambutannya, Rektor Abbas secara resmi melepas para mahasiswa ke lokasi pengabdian. Ia menyampaikan arahan bahwa mahasiswa KKN membawa tanggung jawab besar, bukan hanya atas nama pribadi, melainkan sebagai representasi langsung dari universitas.

“Mahasiswa KKN adalah duta-duta kampus. Yang perlu dijaga adalah etika. Kalian hadir di tengah masyarakat bukan hanya membawa program, tetapi juga membawa pikiran, perilaku dan citra institusi,” sebutnya.
Rektor juga mengingatkan agar mahasiswa merancang Program Kerja (Proker) yang realistis dan tidak membebani ekonomi pribadi maupun masyarakat. Lebih dari itu, penampilan dan sikap selama berada di lokasi KKN menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan sebagai dalam rangka menjaga nama baik kampus.
“Kalau ada mahasiswa yang penampilannya seperti preman, lebih baik segera dipulangkan. Dan saya tidak mau dengar ada mahasiswa UIN Palopo yang ditegur masyarakat karena tidak salat. Itu memalukan,” ungkapnya.
Di sisi lain, Rektor Abbas juga mengingatkan penyusunan laporan Abdimas dalam bentuk artikel ilmiah. Ia berharap artikel hasil KKN dapat dipublikasikan di jurnal bereputasi, termasuk yang terindeks Scopus, sebagai bentuk kontribusi akademik nyata dari kegiatan pengabdian ini.
Sebagai bentuk sosialisasi lembaga, ia juga mendorong para mahasiswa untuk memperkenalkan UIN Palopo kepada masyarakat setempat, khususnya pada pekan-pekan awal pelaksanaan KKN. Hal ini menurutnya penting agar masyarakat lebih mengenal UIN Palopo sebagai kampus yang inklusif.
“Saya berharap kalian menjadi wajah yang baik untuk kampus ini. Sampaikan bahwa UIN Palopo membuka kesempatan seluas-luasnya yang ingin melanjutkan studi,” pesan Rektor.
Menutup arahannya, Rektor Abbas berpesan agar seluruh mahasiswa menjaga nama baik almamater, menunjukkan sikap terbaik selama di lapangan dan kembali ke kampus dengan selamat, lengkap tanpa kekurangan satu pun.






