Palopo — Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo mencatat capaian positif dalam pelaksanaan Audit Asurans Independen atas Sistem Pengendalian Internal yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Abdul Hamid dan Rekan pada 16–20 Februari 2026 lalu.
Audit ini dinilai merupakan bagian dari upaya berkelanjutan UIN Palopo dalam memperkuat tata kelola kelembagaan, mencakup aspek akademik, keuangan, administrasi, serta sistem pengendalian internal. Proses audit Badan Layanan Umum (BLU) tersebut dilaksanakan secara transparan dan mengacu pada standar akuntansi yang berlaku, guna memastikan akuntabilitas organisasi sekaligus meningkatkan kepercayaan publik.
Dalam hasil penilaian tim auditor, LPM UIN Palopo tercatat sebagai unit dengan pelaporan paling lengkap, baik dari sisi kualitas maupun substansi, yang didukung data akurat sebagai evidence. Selain itu, LPM juga tercatat sebagai unit tercepat dalam menindaklanjuti rekomendasi hasil audit.
Tim auditor turut memberikan sejumlah rekomendasi strategis untuk penguatan kapasitas kelembagaan, termasuk optimalisasi penerimaan BLU melalui dua pusat baru di LPM, yakni Pusat Manajemen Diklat dan Pengembangan Kurikulum serta Pusat Sosialisasi dan Penerimaan Mahasiswa Baru.
Menindaklanjuti hal ini, jajaran LPM bergerak cepat melalui rapat tindak lanjut dengan pimpinan universitas, yakni bersama Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan (AUPK), Dr Masruddin MHum, dan juga Kepala Biro Akademik, Keuangan dan Umum (AKU), Dr HM Arsyad Ambo Tuo MAg, bahkan mendorong seluruh unit kerja di lingkungan kampus agar bisa menjadikan LPM sebagai role model dalam pelaporan dan tindak lanjut hasil audit.
Sementara itu, Ketua LPM UIN Palopo, Prof Dr H Muammar Arafat Yusmad MH, menerangkan capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim di lembaganya. Menurutnya lagi, komitmen terhadap peningkatan mutu akademik secara berkelanjutan (continuous improvement) menjadi fondasi utama dalam setiap proses penjaminan mutu di LPM.
“Apresiasi dari auditor merupakan hasil kerja tim yang solid. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan menjaga kualitas mutu kelembagaan,” terang Prof Muammar di ruang kerjanya, Selasa (14/4/2025) siang.
Ia juga menjelaskan bahwa LPM menerapkan budaya kerja berbasis peer review groups, di mana setiap dokumen mutu direview secara kolektif sebelum melalui tahapan validasi dan pengesahan. Pendekatan ini dinilai efektif dalam menjaga kualitas dan konsistensi dokumen.
Saat ini, LPM juga dikabarkan tengah menyelesaikan sejumlah instrumen strategis, termasuk pedoman Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) serta perangkat terbaru untuk Audit Mutu Internal (AMI) 2026. Pengembangan ini diarahkan agar melampaui Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti), sebagaimana diatur dalam Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.
Melalui berbagai langkah tersebut, LPM UIN Palopo dianggap terus mengoptimalkan perannya dalam menjaga dan meningkatkan mutu kelembagaan, sejalan dengan visi UIN Palopo sebagai smart and green campus yang unggul dan bereputasi.
Penulis: Tim Humas
Foto: Humas LPM
Penyunting: Reski Azis





