Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Palopo menggelar Workshop Inkubator Bisnis bertajuk “Bisnis Naik Kelas: The Power of Design & Packaging Product,” Rabu (15/4/2026) kemarin. Menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi ritel modern dan instansi pemerintah, diikuti sejumlah mahasiswa.
Ketua panitia, Rismayanti SE MSi, dalam laporannya menjelaskan workshop ini merupakan bagian dari program kerja Inkubator Bisnis FEBI UIN Palopo yang berfokus pada pendampingan berkelanjutan terhadap pengembangan usaha mahasiswa.
“Program ini dirancang secara bertahap, mulai dari penguatan inovasi produk, pelaksanaan pameran kewirausahaan, hingga kurasi produk unggulan mahasiswa yang siap didorong naik ke level yang lebih tinggi,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, setelah melalui tahapan inovasi dan pameran produk, mahasiswa lalu dibekali keterampilan desain dan pengemasan produk agar mampu bersaing di pasar ritel yang lebih luas.
Dekan FEBI UIN Palopo, Dr Hj Anita Marwing MHI, menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya fakultas dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang produktif, inovatif dan adaptif di lingkungan kampus.
Menurutnya, kualitas produk yang baik perlu didukung dengan desain dan kemasan yang menarik serta representatif agar mampu meningkatkan daya tarik sekaligus memperluas jangkauan pasar.
“Kehadiran narasumber memberikan perspektif penting, baik dari sisi strategi pemasaran maupun aspek keamanan dan kelayakan produk, sehingga produk mahasiswa tidak hanya kompetitif tetapi juga terpercaya,” sebutnya.
Workshop ini menghadirkan dua narasumber, yakni Moch Arif Darmawan, Retail Merchandising Manager dari PT Sumber Alfaria Trijaya Luwu, dan Erna Erawaty SSi Apt MHKes dari Dinas Kesehatan Kota Palopo.
Dalam pemaparannya, Moch Arif Darmawan menekankan pentingnya desain kemasan sebagai faktor utama yang dapat menarik perhatian konsumen.
“Desain kemasan yang unik dan menarik, memiliki nilai jual tersendiri yang mampu membangun rasa penasaran konsumen untuk mencoba produk,” ungkapnya.
Sementara itu, Erna Erawaty mengatakan bahwa untuk dapat masuk ke pasar ritel modern, produk harus memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk aspek perizinan, standar kesehatan, serta labelisasi halal.
“Produk yang ingin berkembang ke ritel besar harus melalui tahapan yang ketat, mulai dari izin dinas kesehatan hingga BPOM, agar aman dan layak dikonsumsi masyarakat,” jelasnya.
Kegiatan ini tampak dihadiri jajaran pimpinan FEBI, antara lain Kabag Umum Hijrawati Usman SE MPd, para Ketua Program Studi, dan sejumlah Dosen.
Melalui workshop ini, diharapkan mahasiswa FEBI semakin inovatif dalam mengembangkan desain dan kemasan produk, sekaligus memahami standar kelayakan produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Di akhir kegiatan, Erna Erawaty menambahkan, sejumlah produk mahasiswa FEBI dinilai telah memiliki potensi untuk naik kelas dan bersaing di pasar ritel nasional.
Penulis: Inal
Foto: Humas FEBI
Penyunting: Reski Azis






