UIN Palopo Perkuat Integrasi Keilmuan Lewat Lokakarya Pedoman Mutu Akademik

UIN Palopo Perkuat Integrasi Keilmuan Lewat Lokakarya Pedoman Mutu Akademik

Palopo — Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) terus memperkuat arah pengembangan akademik dengan menggelar Lokakarya Pedoman Integrasi Keilmuan, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Rektorat Lantai 3 Kampus I UIN Palopo, Jalan Bitti, Kelurahan Balandai, Kecamatan Bara, tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam merumuskan standar integrasi keilmuan yang unggul dan kompetitif di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam.

Rektor UIN Palopo, Dr Abbas Langaji MAg, menegaskan bahwa lokakarya ini merupakan implementasi nyata dari visi universitas untuk menjadi perguruan tinggi unggul dalam integrasi keilmuan dan bereputasi internasional.

“Target kita jelas, menjadi perguruan tinggi yang unggul dalam integrasi keilmuan dan bereputasi internasional,” ujar Rektor Abbas saat membuka kegiatan.

Ia menjelaskan, visi tersebut ditopang oleh misi utama universitas, yakni menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran bermutu guna menghasilkan lulusan yang mengedepankan akhlakul karimah, kecendekiaan, serta kemampuan integrasi ilmu yang berdaya saing global.

Menurutnya, di tengah beragam model integrasi keilmuan pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), UIN Palopo perlu memiliki pedoman yang kokoh namun tetap terbuka terhadap berbagai sumber pengetahuan.

“Belajar bisa bersumber dari mana saja, termasuk dari alam semesta. Karena itu, pedoman integrasi ini harus menjadi pijakan bersama yang aplikatif dan inklusif,” katanya.

Abbas menilai lokakarya tersebut sangat menentukan arah pengembangan akademik UIN Palopo ke depan, khususnya dalam menyempurnakan praktik integrasi ilmu yang telah berjalan di setiap fakultas dan program studi.

Sementara itu, Ketua LPM UIN Palopo, Prof Dr H Muammar Arafat Yusmad SH MH, mengatakan penyusunan pedoman integrasi keilmuan mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2498 Tahun 2019.

Menurutnya, pedoman tersebut diharapkan mampu menjamin sinkronisasi antara ilmu agama dan ilmu umum dalam proses pembelajaran maupun penelitian akademik, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan.

Dalam lokakarya tersebut, Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang, Prof Dr Ris’an Rusli MA, hadir secara virtual sebagai narasumber utama. Ia memberikan sejumlah masukan terhadap draf pedoman yang tengah disusun.

Prof Ris’an menilai konsep integrasi yang dirancang UIN Palopo telah memiliki fondasi epistemologis yang kuat, namun perlu diperjelas melalui indikator capaian yang lebih konkret dan terukur.

“Kita harus memastikan epistemologi payung keilmuan ini tidak berhenti di atas kertas, tetapi mampu diterjemahkan ke dalam metodologi penelitian mahasiswa, baik pada skripsi maupun tesis,” ujarnya.

Ia menambahkan, implementasi yang konkret akan melahirkan karakter penelitian integratif khas UIN Palopo yang berbeda dari model penelitian konvensional lainnya.

Lokakarya ini diikuti 69 peserta yang terdiri atas unsur pimpinan universitas, dekan dan wakil dekan, pimpinan Pascasarjana, pimpinan LP2M, hingga para ketua program studi. Seluruh peserta berkomitmen mengawal implementasi pedoman integrasi keilmuan sebagai bagian dari penguatan mutu akademik UIN Palopo.

.

.

.

.

.

Penulis: Jefri Nugraha
Fotografer: Tim Humas
Penyunting: Reski Azis

Spread the love
Related Posts
Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *

qwe
Translate »