Palopo — Rektor UIN Palopo, Dr Abbas Langaji MAg, bertindak sebagai khatib Jumat di Masjid Alauddin UIN Palopo di Kampus I, Jalan Agatis, Kelurahan Balandai, Kecamatan Bara, pada Jumat (22/5/2026) siang tadi. Dalam khutbahnya, ia mengajak jamaah meneladani keteguhan iman dan logika tauhid Nabi Ibrahim as dalam memahami dan meyakini keesaan Allah swt.
Dalam khutbah tersebut, Rektor menjelaskan bahwa cara berpikir Nabi Ibrahim dibentuk melalui petunjuk dan kuasa Allah swt, sehingga mampu menghadirkan logika yang menuntun manusia pada kesadaran tentang tauhid.
Menurutnya, keteladanan Nabi Ibrahim tidak hanya tampak pada keberanian dalam menghadapi kaumnya, tetapi juga pada kemampuan menggunakan akal sehat untuk menyadarkan masyarakat pada zamannya.
Rektor Abbas juga mengisahkan peristiwa ketika Nabi Ibrahim menghancurkan patung-patung sesembahan kaum Babilonia dan menyisakan satu patung terbesar yang dipasangi kapak. Melalui peristiwa tersebut, Nabi Ibrahim menggugah masyarakat agar berpikir secara logis bahwa patung-patung batu yang mereka sembah tidak memiliki kemampuan bergerak maupun melindungi diri sendiri.
“Melalui penggunaan logika dalam batas-batas tertentu, masyarakat Babilonia mulai disadarkan bahwa benda yang mereka sembah hanyalah patung batu yang tidak memiliki kuasa apa pun,” ujarnya dalam khutbah.
Ia menambahkan, penggunaan akal dan logika dalam kehidupan beragama harus tetap berada dalam koridor keimanan dan petunjuk Allah swt.
Di akhir khutbah, Rektor Abbas berharap nilai-nilai keteladanan Nabi Ibrahim dapat tertanam dalam diri setiap Muslim, khususnya dalam menjaga keimanan, menggunakan akal dengan bijak, serta menanamkan sikap tawakal dan ketaatan kepada Allah swt.
Penulis: Jefri Nugraha
Foto: Tim Humas
Penyunting: Reski Azis





