Makassar – Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo kembali menunjukkan kontribusinya dalam penguatan tradisi akademik dan kolaborasi keilmuan antar-Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Direktur Pascasarjana UIN Palopo, Prof Dr Muhaemin MA, dipercaya menjadi penguji eksternal dalam Ujian Promosi Doktor di UIN Alauddin Makassar (UINAM).
Ujian promosi doktor tersebut dilaksanakan pada Senin (18/5/2026) lalu, di Gedung Pascasarjana UIN Alauddin Makassar. Kegiatan akademik itu berlangsung khidmat dan dihadiri pimpinan Pascasarjana, para guru besar, dosen, keluarga promovendus, serta mahasiswa program doktoral.
Pada sidang promosi tersebut, promovendus Hastuti mempertahankan disertasi berjudul “Integrasi Keilmuan dalam Transformasi Pendidikan: Analisis Konsep Pembaruan Pendidikan Azyumardi Azra” pada Program Studi Doktor Dirasah Islamiyah Konsentrasi Pendidikan dan Keguruan Pascasarjana UINAM.
Sidang promosi dipimpin langsung Direktur Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, Prof Dr H Abustani Ilyas MAg, yang bertindak sebagai ketua sidang sekaligus penguji dan mewakili Rektor UINAM.
Tim promotor dalam ujian tersebut terdiri atas Prof Dr HA Marjuni MPdI sebagai promotor, serta Prof Dr Mulyono Dampolii MAg dan Dr H Abdul Rahman Rakka Lc MPdI sebagai kopromotor.
Selain Prof Muhaemin sebagai penguji eksternal, sidang promosi tersebut juga menghadirkan penguji utama, yakni Prof Dr H Syahruddin Usman MPd, Prof Dr Umar Sulaiman MPd, dan Dr H Muh Yahdi MAg. Para penguji memberikan penguatan akademik, kritik konstruktif, serta pendalaman teoritik terhadap substansi disertasi, khususnya terkait integrasi keilmuan dan transformasi pendidikan Islam.
Penelitian tersebut mengkaji gagasan reintegrasi ilmu yang diperkenalkan Prof Azyumardi Azra sebagai upaya menyinergikan ilmu-ilmu keislaman dan ilmu umum dalam sistem pendidikan Islam modern. Disertasi itu menegaskan bahwa pendidikan Islam perlu membangun paradigma keilmuan yang integratif, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman.
Selain membahas aspek konseptual, penelitian tersebut juga menyoroti dampak integrasi keilmuan terhadap transformasi kelembagaan pendidikan Islam, termasuk perubahan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Transformasi tersebut dinilai mendorong penguatan budaya akademik, pengembangan kurikulum interdisipliner, serta perluasan akses pendidikan tinggi Islam di Indonesia.
Keterlibatan Prof Muhaemin sendiri sebagai penguji eksternal mencerminkan peran aktif akademisi UIN Palopo dalam pengembangan keilmuan dan peningkatan mutu pendidikan tinggi Islam nasional. Sebagai guru besar bidang Ilmu Pendidikan Islam, ia dikenal aktif dalam penguatan riset, pengembangan akademik, serta pembangunan jejaring keilmuan antar-PTKIN.
Dalam kesempatan tersebut, Prof Muhaemin menyarankan promovendus untuk mempertajam bagian kesimpulan disertasi dengan menegaskan karakteristik paradigma reintegrasi keilmuan yang ditawarkan Azyumardi Azra, sekaligus memperkuat narasi mengenai latar belakang munculnya gagasan tersebut secara lebih komprehensif.
Kolaborasi akademik antara UIN Palopo dan UINAM ini diharapkan semakin memperkuat sinergi kelembagaan, budaya riset, dan pengembangan mutu pendidikan tinggi Islam yang unggul, moderat, dan berdaya saing global.
.
.
.
.
Penulis: Ashar Zabir
Foto: Humas Pascasarjana
Penyunting: Reski Azis



