Palopo — Fakultas Syariah (Fasya) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo menggelar rapat persiapan Asesmen Lapangan (Aslap) Program Studi (Prodi) Hukum Tata Negara (HTN), Rabu (20/5/2026) lalu, bertempat di ruang rapat Fasya. Kegiatan ini dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat budaya mutu akademik jelang Aslap yang dijadwalkan berlangsung pada 2–4 Juni 2026 mendatang.
Rapat dihadiri Dekan Fakultas Syariah, didampingi para Wakil Dekan. Turut hadir para Ketua dan Sekretaris Prodi, Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Unit Penjaminan Mutu, Gugus Kendali Mutu, tim borang HTN, BPP, serta Tenaga Kependidikan (Tendik) lingkup Fasya.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan proses akreditasi dinilai tidak hanya dipandang sebagai agenda administratif, tetapi sebagai kerja kolektif dalam memastikan kualitas pendidikan tinggi berjalan secara terukur, akuntabel, dan berkelanjutan.
Dalam arahannya, pimpinan fakultas menegaskan pentingnya sinergi dan komitmen seluruh sivitas akademika dalam menghadapi Aslap. Dekan, Dr Helmi Kamal MHI, menekankan kesiapan dokumen borang, kesehatan personel tim penyusun, serta penataan ruang yang mampu merepresentasikan identitas akademik Prodi HTN.
“Nuansa akademik dan penguatan identitas keilmuan HTN perlu ditampilkan melalui pesan-pesan edukatif, struktur organisasi, dan atmosfer akademik yang mendukung,” sebutnya.
Hal ini menunjukkan Aslap tidak hanya menilai kelengkapan administrasi, tetapi juga budaya akademik, tata kelola, dan ekosistem mutu yang berkembang di lingkungan perguruan tinggi.
Sementara itu Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kelembagaan Fasya, Dr Fasiha Kamal MEI, menyoroti pentingnya sinkronisasi data antara dokumen borang, Laporan Evaluasi Diri (LED), dan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) agar seluruh informasi memiliki validitas dan kesesuaian yang kuat.
Selain itu, evaluasi kurikulum, implementasi PPEPP, pembaruan website, hingga penguatan dokumen pendukung turut menjadi perhatian utama dalam memastikan kesiapan institusi menghadapi asesmen.
Pelayanan akademik yang prima juga dipandang sebagai representasi mutu perguruan tinggi dalam memberikan layanan pendidikan yang profesional dan berorientasi pada kepuasan pemangku kepentingan.
Sementara itu, Wakil Dekan II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan (AUPK)Fasya, Muhammad Akbar SH MH, menekankan pentingnya pembenahan struktur organisasi, penguatan visi dan misi Prodi, serta optimalisasi sarana pendukung seperti peradilan semu sebagai laboratorium praktik mahasiswa.
Adapun Kepala Bagian Tata Usaha, Kaimuddin SPdI MPdI, memastikan seluruh data dan dokumen telah sesuai dengan LED dan LKPS, termasuk pembagian tugas, kesiapan sarana prasarana, administrasi persuratan, hingga simulasi asesmen lapangan.
Persiapan teknis juga mencakup penentuan dosen, mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan yang akan terlibat dalam sesi wawancara asesor. Langkah ini dinilai penting agar seluruh pihak memahami arah pengembangan program studi dan mampu menjelaskan capaian institusi secara komprehensif.
Ketua Prodi HTN, Nirwana Halide SHI MH, menambahkan soal komitmen menghadirkan alumni, mitra, dosen, dan pengguna lulusan secara langsung dalam proses Aslap sebagai bentuk relevansi sosial Prodi terhadap kebutuhan masyarakat.
Melalui rapat persiapan ini, Fasya UIN Palopo tampak menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya mutu melalui kolaborasi, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan. Aslap juga dipandang bukan sebagai beban, melainkan peluang strategis untuk menunjukkan dedikasi institusi dalam menghadirkan pendidikan hukum yang unggul, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan zaman.
Dengan persiapan yang matang dan keterlibatan seluruh elemen fakultas, Prodi HTN Fasya UIN Palopo optimistis mampu memberikan hasil terbaik sekaligus memperkuat eksistensinya sebagai unit yang berkualitas dan dapat diandalkan.
.
.
.
.
Penulis: Agustan
Foto: Humas Fasya
Penyunting: Reski Azis






