Palopo — Unit Penunjang Akademik (UPA) Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo menggelar Workshop Peningkatan Kapasitas Pengelola Website, sebagai bagian dari upaya memperkuat transformasi digital dan tata kelola informasi institusi. Kegiatan berlangsung di Kopi Galung, Jalan Pong Simpin, Kecamatan Mungkajang, Kota Palopo, Sabtu (26/9/2026) kemarin.
Workshop diikuti para pengelola website dari lingkup rektorat, fakultas, pascasarjana, unit kerja, hingga UPA lainnya di lingkungan UIN Palopo. Kegiatan diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi pengelola, baik dalam penyajian informasi institusi maupun aspek keamanan dan pemeliharaan website.
Kegiatan dibuka secara resmi Rektor UIN Palopo, Dr Abbas Langaji MAg, yang dalam sambutannya menegaskan komitmen kampus untuk terus memperkuat transformasi digital, termasuk memenuhi kebutuhan teknologi informasi dalam mendukung penyelenggaraan layanan perguruan tinggi.
Ia berharap workshop tersebut dapat menghasilkan peningkatan kemampuan para pengelola website di masing-masing fakultas dan unit kerja, sekaligus mendorong tercapainya target pengembangan teknologi informasi yang telah direncanakan.
Menurut Rektor Abbas, website merupakan salah satu wajah institusi yang dapat diakses dan dinilai oleh masyarakat.
“Instansi kita juga dilihat melalui website. Bagusnya kampus kita itu tercermin dalam sistem website kita,” ujarnya.
Ia lalu menekankan pengelolaan website tidak hanya berkaitan dengan penyampaian informasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun citra institusi serta menunjukkan kualitas tata kelola perguruan tinggi di ruang digital.
Materi pertama dalam workshop yang terjadwal dua hari ini, disampaikan Amin RS Budiantono ST MSi, Ketua Tim Pengembangan Aplikasi dan Keamanan Informasi PUSDATIN Kementerian Agama RI. Ia membawakan materi Kebijakan Pengelolaan Sistem Informasi di Lingkungan Kementerian Agama.
Dalam pemaparannya, Amin menjelaskan pentingnya kebijakan dalam pengelolaan sistem informasi, mulai dari alasan kebijakan diperlukan, tujuan yang hendak dicapai, hingga prinsip-prinsip dalam pengelolaan aplikasi dan sistem informasi.
Ia juga menekankan tata kelola sistem informasi yang baik diperlukan agar pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi dapat berjalan secara terarah, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, materi kedua disampaikan Ashabul Kahfi ST, seorang Web Developer Specialist, dengan topik Cyber Security Awareness. Materi tersebut secara khusus membahas keamanan website serta langkah yang dapat dilakukan pengelola ketika sebuah situs mengalami serangan siber.
Ashabul menjelaskan sejumlah tanda yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan sebuah website telah diretas, sekaligus langkah penanganan yang dapat dilakukan oleh pengelola.
Ia pun mengingatkan website perguruan tinggi menjadi salah satu sasaran yang menarik bagi pelaku serangan siber. Menurutnya, salah satu faktor yang membuat website kampus menarik adalah reputasi domain perguruan tinggi, seperti ac.id, yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi di mesin pencari.
Selain itu, website kampus yang tidak mendapatkan pemeriksaan keamanan secara berkala berpotensi memiliki celah yang dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Melalui workshop tersebut, UPA TIPD UIN Palopo dinilai mendorong para pengelola website di lingkungan universitas untuk memahami aspek keamanan, pemeliharaan, dan pengelolaan sistem secara berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari langkah UIN Palopo dalam memperkuat ekosistem digital kampus, dan meningkatkan kualitas layanan informasi bagi sivitas akademika maupun masyarakat.
.
.
.
.
Penulis: Adrian
Fotografer: Adrian & Ahmad Farhan M
Penyunting: Reski Azis








