Luwu Utara – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo Posko 30 Kelompok T02-03 Desa Pengkendekan, Dusun Balannalu, Kecamatan Rongkong, Kabupaten Luwu Utara, menjadikan pelestarian dan pengembangan kembali Wisata Limbong Dewata sebagai salah satu program kerja (proker) unggulan.
Program tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mahasiswa menghidupkan kembali salah satu kawasan wisata alam yang memiliki nilai penting bagi masyarakat setempat. Limbong Dewata berada di kawasan pegunungan dan memiliki panorama alam yang menarik, termasuk sebuah kolam yang berada di atas gunung.
Bagi masyarakat Balannalu, kawasan tersebut bukan sekadar tempat dengan pemandangan alamnya yang indah. Limbong Dewata sebelumnya menjadi salah satu lokasi yang dimanfaatkan masyarakat untuk berekreasi. Namun, kawasan itu disebut terakhir ramai dikunjungi tahun 2022, dan setelahnya mulai kurang terawat.
Kondisi tersebut kemudian mendorong masyarakat setempat mengusulkan agar kawasan Limbong Dewata kembali dirawat dan dimanfaatkan. Mahasiswa KKN Posko 30 merespons kebutuhan tersebut dengan membuka kembali jalur menuju lokasi, sekaligus melakukan upaya awal untuk menghidupkan kawasan wisata tersebut.
Salah satu daya tarik Limbong Dewata adalah kolam yang berada di kawasan pegunungan. Menurut cerita masyarakat setempat, sumber air kolam tersebut belum diketahui secara pasti. Airnya disebut tetap bertahan meskipun memasuki musim kemarau dan tidak meluap ketika musim hujan. Masyarakat juga menyebut warna air kolam terkadang mengalami perubahan.
Cerita dan keunikan alam tersebut menjadi bagian dari daya tarik Limbong Dewata yang ingin kembali diperkenalkan kepada masyarakat. Di sisi lain, keberadaan kawasan tersebut juga dinilai membutuhkan perhatian dan perawatan bersama agar tetap terjaga.
Kepala Dusun Balannalu, Muh Aswan, menyampaikan apresiasi atas pilihan mahasiswa KKN menjadikan Limbong Dewata sebagai program kerja utama.
“Seperti kami sangat-sangat ucapkan terima kasih dan apresiasi yang sangat besar. Di kondisi kami yang sangat terbatas, mereka menjadikan Wisata Limbong Dewata sebagai proker besar mereka,” ujar Aswan, Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, Limbong Dewata merupakan bagian dari kawasan alam yang selama ini dijaga masyarakat, termasuk kawasan sekitar kolam yang berada di atas gunung.
Ia menjelaskan, sejumlah kendala membuat kawasan tersebut tidak lagi digunakan seperti sebelumnya. Karena itu, kehadiran mahasiswa KKN UIN Palopo dinilai memberikan dorongan baru untuk mengaktifkan kembali kawasan tersebut.
“Wisata Limbong Dewata merupakan bagian yang kami jaga, termasuk alam sekitar dan kolam yang ada di gunung itu. Namun, beberapa kendala membuat Wisata Limbong Dewata tidak digunakan lagi. Dengan hadirnya KKN UIN Palopo, kami apresiasi karena mengaktifkan kembali Wisata Limbong Dewata yang sudah lumayan lama tidak difungsikan,” lanjutnya.
Bagi mahasiswa KKN Posko 30, pemilihan Limbong Dewata sebagai proker besar tidak terlepas dari tingginya minat masyarakat terhadap kawasan tersebut. Program itu juga dinilai relevan dengan tema KKN yang mengusung semangat ekoteologi dan desa ramah lingkungan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mendorong kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kawasan alam yang memiliki nilai bagi masyarakat.
Selain program kerja utama di Limbong Dewata, mahasiswa KKN posko ini juga menjalankan sejumlah Proker lainnya di Desa Pengkendekan. Seluruh rangkaian program tersebut dilaporkan dapat berjalan dengan lancar dengan dukungan masyarakat setempat.
Revitalisasi Limbong Dewata menjadi salah satu bentuk keterlibatan mahasiswa KKN UIN Palopo dalam mengembangkan potensi lokal sekaligus mendorong pelestarian lingkungan. Kawasan yang sempat kurang terawat tersebut kini kembali diperkenalkan sebagai ruang yang memiliki potensi wisata alam dan dapat dikembangkan secara bersama-sama oleh masyarakat.
Ke depan, keberlanjutan Limbong Dewata tidak hanya bergantung pada kegiatan KKN, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan, kelestarian alam, serta merawat jalur dan kawasan sekitar agar potensi wisata tersebut dapat terus dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Penulis: Nilam Cahya
Foto: Posko 30 KKN
Penyunting: Reski Azis







