Luwu Utara — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo Kelompok 31 Desa Pengkendekan yang ditempatkan di Dusun Uri, Kecamatan Rongkong, menghadirkan sejumlah program yang berfokus pada penguatan pendidikan dan literasi masyarakat. Program tersebut dilaksanakan melalui pelatihan Kurikulum Merdeka bagi guru sekolah dasar (SD) se-Kecamatan Rongkong, serta pembangunan dan peresmian Kampung Baca di Dusun Uri.
Pelatihan Kurikulum Merdeka dilaksanakan Jumat–Sabtu (2–3/10/2026), bertempat di SDN 065 Uri. Kegiatan yang dilaksanakan bersama mahasiswa KKN Desa Limbong tersebut diikuti sekitar 35 guru SD dari berbagai sekolah se-Kecamatan Rongkong.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Rongkong, Muslam Jaya SPd, dan menghadirkan akademisi UIN Palopo, Dr Hisbullah SPd MPd, sebagai pemateri. Pelatihan tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam memberikan kontribusi terhadap peningkatan kapasitas guru dan kualitas pembelajaran di wilayah setempat.
Salah seorang peserta, Dodi Alfayat SPd, guru UPT SDN 068 Manganan, mengapresiasi pelatihan yang dinilainya memberikan manfaat bagi para guru, khususnya dalam menghadapi kebutuhan supervisi bagi tenaga pendidik di tingkat SD. Ia juga mengapresiasi keterlibatan dosen UIN Palopo sebagai pemateri, karena menurutnya pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah.
Selain pelatihan bagi guru, mahasiswa KKN Kelompok 31 ini juga berkolaborasi dengan masyarakat Dusun Uri dalam menghadirkan Kampung Baca sebagai ruang literasi bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda. Program tersebut dianggap bentuk kepedulian mahasiswa dan masyarakat terhadap peningkatan minat baca serta pengembangan budaya literasi di lingkungan desa.
Kampung Baca Dusun Uri ini diresmikan oleh Dekan Fakultas Syariah UIN Palopo, Prof Dr Helmi Kamal MHI, selaku tim supervisi KKN, didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN se-Kecamatan Rongkong, Hardianto SH MH. Peresmian dihadiri mahasiswa KKN, pemerintah desa, tokoh masyarakat, warga setempat, serta sejumlah anak-anak.
Pembangunan Kampung Baca ini diketahui merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa KKN dan masyarakat setempat. Mahasiswa berperan dalam menggagas dan mengembangkan konsep kegiatan literasi, sementara masyarakat memberikan dukungan serta berpartisipasi dalam penyediaan dan penataan fasilitas Kampung Baca.
Dalam peresmian tersebut, Prof Helmi Kamal mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN dan masyarakat dalam menghadirkan Kampung Baca. Keberadaan fasilitas tersebut menurutnya tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga dapat berkembang menjadi ruang belajar, berdiskusi, dan melaksanakan berbagai kegiatan edukatif bagi masyarakat.
Kampung Baca Dusun Uri diharapkan juga menjadi wadah yang mendorong anak-anak dan generasi muda untuk lebih dekat dengan buku sekaligus meningkatkan pengetahuan dan wawasan. Keberadaannya juga diharapkan dapat terus dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan oleh masyarakat meskipun masa pelaksanaan KKN telah berakhir.
.
.
.
Penulis: Murni dan Tim Humas
Foto: KKN Kelompok 31
Penyunting: Reski Azis






