Luwu Timur — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo Angkatan XLVIII menggelar sosialisasi pengelolaan sampah dan pengomposan kepada masyarakat Desa Kalaena Kiri, Kecamatan Kalaena, Kabupaten Luwu Timur, Minggu (27/9/2026).
Kegiatan mengangkat tema “Mengolah Sampah, Menjaga Lingkungan: Edukasi Pengelolaan Sampah Terpadu dan Pengomposan Menuju Desa Ramah Lingkungan.” Sosialisasi ini dinilai menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang tepat, terpadu, dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN menghadirkan Ir H Wahyu Hidayat ST MSi IPP IAP CAIP, sebagai narasumber, yang menyampaikan materi terkait pengelolaan sampah rumah tangga yang terintegrasi dengan pendekatan ekonomi dan ekologi.
Materi yang diberikan meliputi pengenalan jenis-jenis sampah, pemilahan sampah sejak dari sumbernya, konsep 5R, dampak sampah terhadap kesehatan, hingga berbagai bentuk pemanfaatan dan pengolahan sampah.
Masyarakat diperkenalkan dengan tiga kelompok sampah, yakni sampah organik, sampah anorganik, serta bahan berbahaya dan beracun (B3). Narasumber juga menjelaskan konsep 5R, yaitu reduce (mengurangi), reuse (memanfaatkan kembali), recycle (mengolah), regulate (mengatur), dan remind (mengingatkan).
Pemilahan sampah sejak dari rumah menjadi salah satu hal yang ditekankan dalam sosialisasi ini. Sampah organik, seperti sisa makanan, potongan sayur dan buah, daun, serta rumput dapat dipisahkan untuk diolah lebih lanjut. Sementara sampah anorganik, seperti plastik, dapat dipilah dan dimanfaatkan kembali melalui berbagai bentuk pengolahan.
Salah satu bagian materi yang tampak menarik perhatian masyarakat adalah pengolahan sampah organik menggunakan metode Tong-Kat (Tong dan Kantong Ajaib Terpadu). Melalui metode tersebut, sampah organik rumah tangga dapat diolah sehingga membantu mengurangi timbulan sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir.
Pengolahan tersebut juga dapat menghasilkan pupuk kompos organik maggot dan pupuk cair organik maggot yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman. Selain itu, proses tersebut menghasilkan larva maggot atau black soldier fly (BSF) yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan dan ternak ayam.
Tidak hanya sampah organik, masyarakat juga memperoleh pengetahuan mengenai pemanfaatan sampah plastik dan anorganik. Beberapa bentuk pemanfaatan yang diperkenalkan antara lain pembuatan batako dan paving block, ATM sampah plastik, tas, serta berbagai produk kerajinan.
Kegiatan sosialisasi tampak berlangsung dalam suasana edukatif dan cukup interaktif antara mahasiswa KKN, narasumber, dan masyarakat Desa Kalaena Kiri. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN juga berharap masyarakat semakin memahami pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang dapat dimulai dari lingkungan rumah tangga.
.
.
.
Penulis: Aulia Zahrah
Foto: KKN Kalaena Kiri
Penyunting: Reski Azis







