Palopo — Unit Kegiatan Khusus (UKK) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo menggelar aksi penanaman mangrove di Pantai Songka, Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Menanam Kehidupan, Merawat Ciptaan, Gerakan Ekoteologi untuk Bumi Berkelanjutan” sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem pesisir.
Kegiatan yang dimulai sekira pukul 07.30 Wita ini melibatkan 20-an anggota Mapala UIN Palopo, yang tampak mengikuti rangkaian aksi, mulai dari penyiapan bibit, penanaman di kawasan berlumpur, hingga dokumentasi bersama di lokasi kegiatan, seperti diterangkan Rifki, Ketua Umum UKK Mapala UIN Palopo, yang juga merupakan mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), semester VII.
Di lokasi penanaman, para peserta terlihat turun langsung ke area pesisir yang berlumpur. Dengan mengenakan pakaian lapangan dan atribut organisasi, mereka menanam bibit mangrove pada titik-titik yang telah disiapkan menggunakan ajir atau penyangga bambu. Mereka tampak saling membaur dengan nuansa kebersamaan dan gotong royong, saling membantu di tengah kondisi tanah yang basah dan tergenang air.
Aksi ini selain menjadi kegiatan lapangan bagi anggota organisasi pecinta alam, juga menjadi ruang pembelajaran untuk mengenali kondisi ekosistem pesisir dan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestariannya.
Mangrove sendiri memiliki peran ekologis penting, antara lain membantu mengurangi dampak abrasi, menjadi habitat bagi berbagai organisme, serta mendukung keberlangsungan ekosistem pesisir. Karena itu, upaya penanaman perlu diikuti dengan pemeliharaan dan pemantauan agar bibit yang ditanam dapat tumbuh dengan baik.
Lanjut Rifki menerangkan, penggunaan tema ekoteologi dalam kegiatan ini menempatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab manusia dalam merawat alam dan seluruh kehidupan di dalamnya.
Diketahui pelaksanaan kegiatan ini turut mendapat dukungan dari Kelompok Konservasi Lawarani. Kolaborasi antara organisasi mahasiswa dan kelompok konservasi menurut Rifki menjadi salah satu bentuk keterlibatan berbagai pihak dalam mendorong kepedulian terhadap lingkungan. Upaya pelestarian pesisir membutuhkan partisipasi berkelanjutan, melalui penanaman, perawatan bibit, pengawasan pertumbuhan, dan peningkatan kesadaran masyarakat.
Melalui aksi di Pantai Songka, Mapala UIN Palopo dinilai menunjukkan gerakan pelestarian lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan bersama. Menanam mangrove menjadi salah satu ikhtiar untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa keberlanjutan bumi merupakan tanggung jawab bersama.
.
.
.
Penulis: Tim Humas
Foto: UKK Mapala
Penyunting: Reski Azis






