Luwu Timur — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Angkatan XLVIII Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo Kelompok 77 menuntaskan rangkaian program kerja di Desa Lamaeto, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur. Program tersebut berfokus pada penataan infrastruktur desa serta penguatan nilai Moderasi Beragama dan Harmoni Sosial melalui kolaborasi bersama pemerintah desa dan masyarakat.
Berlangsung pada 28–30 September 2026, rangkaian kegiatan ini mengusung prinsip “Bukan datang untuk menyulap, tapi menumbuhkan.” Prinsip tersebut menurut para mahasiswa menjadi landasan dalam menjalankan pengabdian yang berorientasi pada hasil fisik, serta mendorong tumbuhnya kebersamaan, keterbukaan, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Tiga program utama yang direalisasikan meliputi pengadaan gapura batas desa, pembuatan peta administrasi desa, serta pemasangan penanda Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Lamaeto–Solo.
Pengadaan gapura batas desa bertujuan memperjelas identitas dan batas wilayah administratif Desa Lamaeto. Selain menjadi penanda wilayah, keberadaan gapura diharapkan dapat memperkuat identitas desa sekaligus menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap lingkungan tempat tinggalnya.
Program berikutnya adalah pembuatan peta administrasi desa yang ditempatkan di Kantor Desa Lamaeto. Peta ini diharapkan dapat membantu penyediaan informasi kewilayahan bagi pemerintah desa dan masyarakat, sekaligus menjadi salah satu sarana pendukung dalam pelayanan publik dan perencanaan pembangunan.
Sementara itu, pemasangan penanda TPU Desa Lamaeto–Solo dilakukan untuk memudahkan masyarakat menemukan lokasi fasilitas pemakaman umum tersebut. Keberadaan penanda ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan keteraturan informasi fasilitas umum yang digunakan masyarakat.
Perwakilan mahasiswa KKNT Kelompok 77 menjelaskan pelaksanaan program kerja tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah desa dan keterlibatan masyarakat setempat.
Menurut mereka pengabdian mahasiswa tidak semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan atau hasil pembangunan yang dapat dilihat secara langsung, tetapi juga dari manfaat yang dapat dirasakan dan dilanjutkan oleh masyarakat setelah masa pengabdian berakhir.
“Bagi kami, pengabdian bukan tentang datang lalu mengubah semuanya dalam waktu singkat. Kami ingin ikut menumbuhkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian agar manfaat dari program yang dilaksanakan dapat terus dirasakan masyarakat,” ujar seorang perwakilan mahasiswa KKNT Kelompok 77.
Ia menambahkan, integrasi nilai Moderasi Beragama dan Harmoni Sosial menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui kerja sama, keterbukaan terhadap kebutuhan masyarakat, serta keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung kegiatan di desa.
Melalui program tersebut, mahasiswa berharap hasil pengabdian dapat memberikan manfaat bagi penataan wilayah, kemudahan akses informasi, serta penguatan hubungan sosial masyarakat Desa Lamaeto dan sekitarnya.
Pelaksanaan KKNT Kelompok 77 dinilai menjadi bagian dari upaya mahasiswa UIN Palopo menerapkan pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi melalui kegiatan pengabdian langsung kepada masyarakat. Pengalaman tersebut sekaligus menjadi ruang pembelajaran untuk memahami kebutuhan masyarakat, membangun kolaborasi, dan mengembangkan kepedulian sosial.
.
.
.
Penulis: Tim Humas
Foto: Posko KKN-T Kelompok 77
Penyunting: Reski Azis






