KKN Rekognisi UIN Palopo Rancang Inovasi Pelayanan Digital Bersama Warga Pontap

KKN Rekognisi UIN Palopo Rancang Inovasi Pelayanan Digital Bersama Warga Pontap

Palopo — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Rekognisi (KKN-R) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo melalui program BERSAMA WARGA di Kelurahan Pontap, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, memasuki tahap perancangan layanan digital berbasis masyarakat. Tahap ini berfokus pada penyusunan model pelayanan publik yang lebih mudah diakses, inklusif, dan berkelanjutan. Selasa (13/10/2026).

Dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), mahasiswa tampak menggali potensi masyarakat dan mengidentifikasi kendala pelayanan administrasi kelurahan sebelum merancang solusi digital. Proses tersebut dilakukan melalui wawancara, observasi, diskusi, dan penelusuran dokumen bersama aparatur kelurahan, petugas pelayanan, Ketua RT/RW, serta masyarakat.

Dosen UIN Palopo, Dr Adzan Noor Bakri MESy, menerangkan, Hasil penelusuran menunjukkan ketidaklengkapan dokumen dan keterbatasan informasi mengenai persyaratan administrasi masih menjadi kendala bagi sebagian warga. Di sisi lain, keberadaan jaringan RT/RW yang aktif, penggunaan smartphone dan WhatsApp, serta budaya gotong royong menjadi modal sosial yang dapat mendukung pengembangan layanan digital.

Menurutnya lagi, pemetaan keterampilan terhadap 37 responden menunjukkan potensi masyarakat dalam aspek komunikasi, pelayanan, pendampingan warga, dan penggunaan smartphone. Sementara itu, kemampuan administrasi digital, pengolahan data, dan penggunaan aplikasi masih memerlukan penguatan melalui pelatihan dan pendampingan.

Berdasarkan temuan tersebut, mahasiswa mulai menyusun rancangan alur pelayanan saat ini (AS-IS) dan alur pelayanan yang diharapkan (TO-BE), sekaligus memetakan kebutuhan pengguna dan pembagian peran masyarakat serta aparatur kelurahan.

Model yang dirancang diarahkan untuk memudahkan warga memperoleh informasi persyaratan, mempersiapkan dokumen, memeriksa kelengkapan berkas sebelum mengajukan permohonan, serta mengetahui perkembangan proses pelayanan.

Rancangan tersebut juga mengakomodasi dua jalur akses, yakni layanan digital mandiri bagi warga yang mampu menggunakan teknologi dan layanan digital dibantu melalui RT atau petugas bagi warga yang membutuhkan pendampingan. Dengan pendekatan ini, digitalisasi diharapkan tidak menjadi hambatan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan literasi digital.

Sebelum diterapkan, rancangan layanan akan divalidasi bersama masyarakat dan aparatur kelurahan untuk memastikan kesesuaiannya dengan kebutuhan di lapangan. Program selanjutnya memasuki tahap Define, yang mencakup penetapan rancangan operasional, prioritas layanan, pembagian peran, prosedur pelayanan, serta persiapan simulasi dan uji coba.

Melalui program BERSAMA WARGA, KKN Rekognisi UIN Palopo di Kelurahan Pontap dinilai mendorong kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah kelurahan, dan masyarakat dalam mengembangkan solusi atas persoalan pelayanan publik. Pendekatan ABCD menempatkan masyarakat sebagai penerima manfaat dan menjadi bagian penting dalam merancang dan menjaga keberlanjutan inovasi.

Penulis: Tim Humas
Foto: KKN-R Kelurahan Pontap
Penyunting: Reski Azis

Spread the love
Related Posts
Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *

qwe
Translate »