Palopo — Unit Kegiatan Khusus (UKK) Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo menggelar aksi bakti sosial dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026, Rabu (22/4/2026) kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di bantaran Sungai Andoli yang mengalir di sekitar kompleks BPP RSS Kelurahan Balandai Kecamatan Bara.
Mengusung tema “Setiap langkah kecil yang kita ambil untuk bumi, adalah harapan besar bagi generasi yang akan datang,” kegiatan dimulai sekitar pukul 15.45 Wita hingga selesai. Para anggota Mapala bersama peserta aksi turun langsung membersihkan sampah yang mencemari aliran sungai.
Ketua Umum UKK Mapala UIN Palopo, Rifki, menerangkan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi lingkungan, khususnya ekosistem sungai yang kian terancam oleh sampah domestik.
“Melalui momentum Hari Bumi ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Apa yang kita lakukan hari ini mungkin terlihat kecil, tetapi memiliki dampak besar bagi keberlanjutan bumi,” ujar Rifki.
Ia menambahkan bahwa aksi bersih sungai ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat sekitar agar tidak lagi membuang sampah sembarangan, terutama ke aliran sungai yang menjadi sumber kehidupan.
Sementara itu, Pembina UKK Mapala UIN Palopo, Dr Amrul Aysar Ahsan SPdI MSi, yang juga menjabat Wakil Dekan II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan (AUPK) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD), mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam menginisiasi kegiatan berbasis kepedulian lingkungan.
Menurutnya, gerakan seperti ini tidak hanya berdampak secara ekologis, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa yang memiliki tanggung jawab sosial dan spiritual terhadap alam.
“Bumi adalah amanah yang harus dijaga bersama. Kegiatan ini mencerminkan nilai-nilai keislaman yang menekankan pentingnya menjaga keseimbangan alam. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak pihak,” ungkapnya.
Diketahui, peringatan Hari Bumi sendiri pertama kali digagas pada tahun 1970 di Amerika Serikat sebagai respons terhadap meningkatnya kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia. Sejak saat itu, setiap tanggal 22 April diperingati secara global sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran dan aksi nyata dalam menjaga kelestarian bumi.
Relevansi peringatan ini semakin terasa di tengah berbagai tantangan lingkungan saat ini, seperti pencemaran sungai, perubahan iklim, hingga krisis sampah. Aksi yang dilakukan oleh UKK Mapala UIN Palopo menjadi salah satu contoh konkret kontribusi generasi muda dalam menjawab persoalan tersebut di tingkat lokal.
Melalui kegiatan ini, UKK Mapala UIN Palopo berharap semangat menjaga lingkungan tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan menjadi gerakan kolektif yang terus hidup di tengah masyarakat.
Penulis: Rifki
Foto: Humas UKK Mapala
Penyunting: Reski Azis





