Empat Pemerintah Desa Kolaborasi Mahasiswa KKN IAIN Palopo akan Gelar Festival Budaya III di Bonelemo Bajo Barat
Luwu (Palopo) – Masyarakat Adat Banua Lemo bersama sejumlah Pemerintah Desa (Pemdes) di Kecamatan Bajo Barat Kabupaten Luwu berkolaborasi denganmu hasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAIN Palopo rapat koordinasi menggelar Festival Budaya III pada Oktober 2024 mendatang.
Partisipasi dari mahasiswa KKN IAIN Palopo menjadi salah satu sorotan penting dalam festival ini. Mereka berkontribusi dalam penyelenggaraan acara untuk memaksimalkan pengalaman pengunjung festival. Ada empat Pemdes yang berkolaborasi mengadakan kegiatan ini yakni Pemdes Bonelemo, Bonelemo Barat, Bonelemo Utara, dan Desa Saronda.
“Kegiatan ini nantinya untuk melestarikan budaya lokal dan memperkuat kebersamaan di masyarakat, Kampung Adat Banua Lemo,” jelas Koordinator Desa Bonelemo (Posko 24), A Dinda, Sabtu, (14/9/2024)
“Kami merasa sangat terhormat dapat terlibat dalam acara ini dan belajar langsung tentang kekayaan budaya Banua Lemo. Ini menjadi pengalaman berharga bagi kami sebagai generasi muda,” lanjut Dinda.
Pada tahun ketiga, Festival Budaya yang akan digelar itu mengangkat tema, “Siorongngi” merupakan sebuah istilah yang diyakini masyarakat Bonelemo turun-temurun sebagai sebuah keharusan untuk tolong-menolong sesama.
“Siorongngi adalah satu kata yang digunakan oleh leluhur terkait keharusan menolong orang yang berada pada kondisi tidak berdaya atau sedang dalam kesulitan, berbeda dengan kata “sibali” yang juga berarti membantu, Namun, sibali adalah membantu dalam keadaan normal,” imbuh Kepala Desa Bonelemo, Baso.
Akrab disapa Ubas, Baso menjelaskan pula, pada istilah siorongngi, terdapat istilah “Di-orongngi Napatillinan” yang artinya diitolong tapi menenggelamkan, “Tentu semua butuh pemahaman yang baik tentang nilai tau isi dari pesan-pesan leluhur,” ucapnya.
Sementara itu dalam kegiatan vestival budaya ini nanti akan memberikan edukasi pada generasi muda tentang pesan-pesan leluhur melalui penampilan teater. Fokus belajar festival tahun ini adalah cerita rakyat tentang Perjanjian antara Ampu Tondok, Ampu Salu dan Ampu Padang, untuk menjaga keharmonisan hidup bagi semua. Perjanjian ini akan ditampilkan dalam bentuk teater, puisi dan lagu.
Festival ini akan dimotori oleh generasi muda Komunitas Adat Banualemo, bersama masyarakat serta kolaborasi aktif dengan mahasiswa KKN IAIN Palopo. (Humas)



