IAIN Palopo Gelar Yudisium dan Pengukuhan Guru Profesional PPG PAI Batch 2 Tahun 2024
Palopo (Humas) – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo melalui Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) kembali menggelar Yudisium dan Pengukuhan Guru Profesional bagi peserta Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Pendidikan Agama Islam (PAI) Batch 2 Tahun 2024.
Yudisium dan Pengukuhan Guru Profesional ini berlangsung pada Sabtu pagi 26 April 2025, di Auditorium Phinisi Kampus 2 IAIN Palopo, Kelurahan Balandai Kecamatan Bara.
Ketua LPTK, Prof Dr H Sukirman N SS MPd, dalam laporannya menyampaikan kegiatan ini memiliki urgensi dan makna cukup penting. Ia menjadi tonggak akhir dari rangkaian panjang proses akademik dan profesionalitas yang telah dijalani para peserta selama kurang lebih 4 bulan lamanya, terhitung sejak tanggal 10 Oktober 2024 sampai dengan tanggal 15 Februari 2025.
Jumlah peserta PPG ini sebanyak 215 orang. Dari jumlah tersebut 214 orang diantaranya dinyatakan lulus dan berhak mengikuti Yudisium serta dikukuhkan sebagai guru profesional. Seorang peserta tidak berhasil menyelesaikan seluruh tahapan.
Para guru profesional yang dikukuhkan berasal dari 5 Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan, yakni masing-masing dari Kota Palopo 7 orang, Kabupaten Toraja Utara 8 orang, Kabupaten Luwu Utara 50 orang, Kabupaten Luwu 61 orang dan Kabupaten Pangkep 88 orang.
Selama proses tersebut, peserta telah melakukan Rekognisi Pembelajaran (RPL), pendalaman materi berupa modul profesional dan pedagogik, lokakarya atau pengembangan perangkat pembelajaran, ujian komprehensif, PPL, ujian kinerja dan ujian pengetahuan.
“Yudisium kali ini bukan hanya sekedar seremonial tetapi juga sebagai bentuk pengakuan resmi atas pencapaian kompetensi dan dedikasi yang telah di tunjukkan oleh peserta,” terang Sukirman.
Di akhir laporannya, Dekan FTIK ini, juga mengungkapkan bahwa pengukuhan dan yudisium ini menandai awal dan tanggung jawab besar yang akan diemban oleh para pserta.
“Gelar guru profesional bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan titik awal pengabdian untuk membentuk karakter dan masa depan anak bangsa. Kepadanseluruh perserta yang dikukuhkan teruslah belajar dan berinovasi sehingga dapat menjadi agen perubahan di daerah masing-masing,” lanjut Sukirman.
Ia menutup, “Jangan berhenti pada perolehan sertifikat, tapi jadikanlah pengalaman ini sebagai landasan untuk membangun karir yang berdampak pada keberlanjutan. Jadilah guru profesional yang menginspirasi, mendidik dengan hati dan memuliakan ilmu demi Indonesia yang lebih maju.”
Kegiatan yudisium dan pengukuhan ini turut dihadiri Rektor IAIN Palopo, para Wakil Rektor, Direktur Pascasarjana, Perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, para Dekan dan Wakilnya, Ketua DWP dan jajaran, pihak Baznas Kota Palopo, termasuk para dosen pengampu.
Sementara itu, Rektor IAIN Palopo, Dr Abbas Langaji MAg, dalam sambutannya menyampaikan pesan yang menggugah semangat tentang pentingnya peran guru dalam membentuk masa depan bangsa. Ia mengisahkan kembali tragedi Hiroshima pada 6 Agustus 1945, ketika kota tersebut luluh lantak akibat bom atom.
“Di tengah kehancuran, salah satu pemimpin bertanya: ‘Berapa banyak guru yang masih hidup?’ Bukan berapa tentara, bukan berapa senjata yang tersisa. Itu menunjukkan bahwa guru adalah harapan dan pondasi kebangkitan bangsa,” ujar Rektor.
Cerita tersebut menjadi refleksi bahwa kekuatan sejati sebuah bangsa terletak pada ilmu dan pendidikan, bukan semata kekuatan militer. Oleh sebab itu, guru bukan hanya pengajar, melainkan pencerah peradaban.
Dalam sesi kesan dan pesan, seorang peserta bernama Ahmad SPd Gr, yang mewakili teman-temannya menyampaikan rasa terima kasih atas pendampingan intensif dan layanan yang diberikan selama proses pendidikan. Ia menyebut pengalaman belajar di IAIN Palopo sangat positif dan mengesankan.
Melanjutkan pendidikan profesi guru di IAIN Palopo kata Ahmad merupakan kesempatan yang luar biasa.
“Kini, perjalanan kita sebagai guru profesional baru saja dimulai. Mari bawa semangat belajar dan mengembangkan kreativitas ke ruang-ruang kelas,” kata Ahmad penuh semangat. (Humas)








