Kebaikan Akan Kembali pada Diri Sendiri

Kebaikan Akan Kembali pada Diri Sendiri

Palopo – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo, Dr Abbas Langaji MAg, menyampaikan khutbah Jumat, 24 Mei 2025 di Masjid Alauddin UIN Palopo, tentang makna kebaikan dan dampaknya terhadap diri sendiri.

Mengawali khutbahnya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt dan memperbanyak salawat kepada Nabi Muhammad saw. sebagai bentuk cinta dan penghormatan kepada Rasulullah.

Abbas menegaskan, setiap amal baik yang dilakukan seseorang akan kembali kepada dirinya sendiri. Begitu pula sebaliknya, keburukan yang dilakukan pun akan menimpa pelakunya.

Hal ini merujuk pada firman Allah swt dalam Alquran Surah Al-Isra ayat 7: “In ahsantum ahsantum li-anfusikum, wa in asa’tum falahā” yang terjemahnya: “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri; dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri.”

Untuk memperjelas pesan ini, beliau menyampaikan sebuah ilustrasi sederhana; seorang anak yang masuk ke sebuah gedung kosong dan berteriak akan mendengar kembali (memantul) suara yang diucapkannya. Jika ia berkata buruk, maka keburukan itu yang pertama ia dengar; jika ia berkata baik, maka kebaikanlah yang kembali padanya. Begitulah hukum kehidupan—apa yang kita berikan, itulah yang kita terima.

“Orang pertama yang merasakan manfaat dari perbuatan baik adalah dirinya sendiri, sebagai makhluk Tuhan, mari kita senantiasa berbuat baik dalam segala aspek kehidupan,” jelasnya.

Image link

Beliau juga mengingatkan bahwa ciri seorang mukmin sejati adalah keberadaannya yang membawa rasa aman bagi sekitarnya. Lingkungan merasa tenteram karena lisan dan perbuatannya tidak menyakiti orang lain, bahkan harta orang lain pun ia jaga dengan penuh tanggung jawab.

Menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kota Palopo, Rektor UIN Palopo turut menyerukan pentingnya menjaga ketertiban dan kedamaian. Ia mengimbau masyarakat agar menahan diri dari ucapan atau tindakan yang dapat menyakiti hati orang lain serta menciptakan ketegangan sosial.

“Siapa pun yang menang dalam PSU nanti, itulah yang telah Allah tetapkan di Lauhul Mahfuz. Tugas kita adalah menjaga agar proses ini berjalan damai dan tertib,” tutup beliau.

Spread the love
Related Posts
Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *

qwe
Translate »