Palopo — Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo angkatan tahun 2025 melaksanakan kunjungan edukatif ke Istana Negara Kedatuan Luwu, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini diketahui merupakan bagian dari materi pembelajaran mata kuliah Muatan Lokal untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap sejarah, kebudayaan, dan kearifan lokal masyarakat Tana Luwu.
Kunjungan yang diikuti 39 mahasiswa tersebut didampingi dosen pengampu mata kuliah Muatan Lokal, Sukmawaty SPd MPd. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tampak memperoleh kesempatan untuk mempelajari secara langsung warisan sejarah dan budaya Kedatuan Luwu sebagai bagian dari identitas masyarakat setempat.
Selama kunjungan, mahasiswa menyimak penjelasan mengenai sejarah Kedatuan Luwu, mengamati berbagai benda bersejarah di lingkungan istana, serta berdiskusi tentang nilai-nilai sejarah dan kebudayaan lokal. Pengalaman tersebut memberikan perspektif nyata bagi mahasiswa dalam menghubungkan materi perkuliahan dengan kehidupan masyarakat.
Hal tersebut seperti dijelaskan Sukmawaty, yang juga menerangkan pembelajaran di luar kelas menjadi salah satu upaya untuk memperkuat pemahaman mahasiswa melalui pengalaman langsung.

“Melalui pengalaman belajar secara langsung, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan materi perkuliahan dengan realitas sejarah dan kebudayaan yang ada di lingkungan masyarakat,” terangnya.
Menurutnya lagi, pemahaman terhadap budaya lokal merupakan bekal penting bagi mahasiswa PGMI sebagai calon guru madrasah ibtidaiyah. Selain menguasai materi akademik, guru juga memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai karakter, memperkenalkan identitas budaya, serta menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap warisan budaya bangsa.
Oleh karena itu, masih menurut Sukmawaty, sumber-sumber budaya lokal dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang kontekstual, menarik, dan bermakna. Pendekatan ini diharapkan membantu calon guru mengembangkan pembelajaran yang lebih dekat dengan lingkungan sosial dan budaya peserta didik.
Salah seorang mahasiswa, Baiq Ririn Safitri, mengaku memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru melalui kunjungan tersebut.
“Kami bisa mengetahui lebih banyak tentang sejarah Kedatuan Luwu, budaya, serta peninggalan para leluhur yang masih dijaga hingga sekarang. Kunjungan ini juga membuat kami lebih memahami pentingnya melestarikan budaya daerah agar tidak hilang seiring perkembangan zaman,” tuturnya.
Kegiatan ini dinilai menjadi bagian dari upaya memperkaya pengalaman belajar mahasiswa PGMI FTIK UIN Palopo, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian sejarah dan budaya lokal. Dengan mengenal warisan budaya secara langsung, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam praktik pendidikan di madrasah maupun sekolah dasar.
Penulis: Jefri Nugraha
Foto: Istimewa
Penyunting: Reski Azis



