Orasi Ilmiah di UIN Palopo, Prof Inung Soroti Ancaman AI dan Pentingnya Moral

Orasi Ilmiah di UIN Palopo, Prof Inung Soroti Ancaman AI dan Pentingnya Moral

Palopo – Kepala Pusat (Kapus) Strategi Kebijakan Pendidikan Agama dan Keagamaan pada Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama RI, Prof Dr Ahmad Zainul Hamdi MAg, menyampaikan orasi ilmiah pada Wisuda Sarjana dan Magister Periode I Tahun 2026 Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo, yang berlangsung di Auditorium Phinisi kampus II Jalan Bitti Kelurahan Balandai Kecamatan Bara, Kamis (23/4/2026).

Dalam orasinya, Ahmad Zainul Hamdi yang akrab disapa Prof Inung mengutip hadis: “Kun ‘aliman, au muta’alliman, aw mustami’an, aw muhibban. Walam takun khomisan, fatahlik,” yang bermakna: jadilah orang berilmu, penuntut ilmu, pendengar ilmu, atau pecinta ilmu, dan jangan menjadi golongan kelima.

Ia menegaskan bahwa “golongan kelima” adalah mereka yang tidak mau belajar, tidak mau mendengar, tidak mencintai ilmu, namun merasa dirinya berilmu. Menurutnya, sikap ini menjadi ancaman serius pasca-wisuda.

“Penyakit setelah wisuda adalah hilangnya passion terhadap pendidikan, seolah-olah tidak perlu lagi belajar,” ujarnya.

Prof Inung juga mengingatkan para lulusan agar siap menghadapi perubahan global, termasuk disrupsi teknologi. Ia menyebut sejumlah pekerjaan yang selama ini dianggap mapan berpotensi tergantikan oleh kecerdasan buatan (AI), sehingga lulusan dituntut adaptif dan terus meningkatkan kompetensi.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa secanggih apa pun teknologi, peradaban tetap berada di tangan manusia.

“Peradaban mesin tetaplah peradaban manusia. Di tangan manusialah peradaban itu diselamatkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti keunggulan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), termasuk UIN Palopo, yang tidak hanya menekankan aspek keilmuan, tetapi juga pembentukan moral.

“Jika hanya mencari ilmu, mungkin UIN Palopo bukan satu-satunya pilihan. Tetapi jika menginginkan pengetahuan, kecakapan, dan pertimbangan moral yang baik, maka UIN Palopo adalah tempatnya,” ungkapnya.

Suasana wisuda semakin hangat ketika Prof Inung menutup orasi ilmiahnya dengan menyumbangkan sebuah lagu “Takkan Ada Cinta yang Lain” dari band Dewa 19. Penampilannya disambut antusias oleh para wisudawan dan tamu undangan yang turut bernyanyi bersama.

Orasi ilmiah ini dinilai menjadi penutup inspiratif, sekaligus pengingat bagi para lulusan UIN Palopo untuk terus belajar, beradaptasi, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

 

Penulis: Sartika
Foto: Jefri Nugraha
Penyunting: Reski Azis

Spread the love
Related Posts
Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *

qwe
Translate »