Jakarta, Kemenag — Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI memperpanjang batas akhir pendaftaran Annual International Conference on Islam, Science and Society (AICIS+) 2026 hingga 9 September 2026.
Perpanjangan ini dilakukan untuk merespons tingginya animo sivitas akademika sekaligus memberi kesempatan lebih luas kepada periset, akademisi, dan mahasiswa untuk berpartisipasi.
Mengusung tema “Revitalizing Islamic Civilization for Sustainable Life: Local Heritage, Technological Innovation, and Human Flourishing”, AICIS+ 2026 akan berlangsung pada 17–20 November 2026 dan dipusatkan di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Prof Dr Phil Sahiron, mengatakan forum ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan warisan keilmuan dan kearifan lokal Islam dengan perkembangan teknologi dalam menjawab tantangan global.

“Peradaban Islam memiliki kekayaan warisan lokal yang sarat nilai transformatif. Melalui AICIS+ 2026, kita ingin menjembatani kearifan lokal dengan inovasi teknologi modern guna mewujudkan kehidupan yang berkelanjutan dan bermartabat bagi kemanusiaan,” ujar Prof. Sahiron, Selasa (1/9/2026).
Ketua Steering Committee AICIS+ 2026, Prof Dr Faqiuddin Abdul Qodir MA, mengajak dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dari PTKIN maupun PTKIS memanfaatkan forum tersebut untuk memperkuat tradisi riset dan memperluas kontribusi akademik ke tingkat global. “Kami memanggil para pemikir, peneliti, dan mahasiswa untuk membagikan gagasan inovatif mereka di panggung global ini,” katanya.
Kasubdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Dr Nur Kafid MSc, menegaskan bahwa batas akhir pendaftaran yang semula 30 Agustus 2026 diperpanjang hingga 9 September 2026.
Ia mengimbau sivitas akademika memanfaatkan tambahan waktu tersebut untuk mempersiapkan karya terbaik. Informasi lengkap mengenai pendaftaran dan ketentuan subtema riset dapat diakses melalui https://aicis.uinssc.ac.id.



