Luwu Timur – Direktur Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo, Prof Dr Muhaemin SPdI MA, menghadiri undangan silaturahim dan buka puasa bersama di Pondok Pesantren Nurul Junaidiyah (PPNJ) Lauwo, Jumat (27/2/2026) lalu. Kegiatan yang berlangsung di Dusun Jompi, Desa Lauwo, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur ini dinilai menjadi bagian dari penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pesantren.
Kehadiran Direktur Pascasarjana disambut langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren, Nurchalis Aziz R Lc MA, Kepala Tahfidz Alquran, H Mursaha Junaid SAg MPd, perwakilan Polres Luwu Timur, serta masyarakat setempat.
Suasana silaturahim berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan dalam semangat Ramadan.
Dalam tausiahnya menjelang berbuka puasa, Prof Muhaemin menyampaikan apresiasi atas kontribusi pesantren dalam membina generasi Qurani yang berakhlak dan berintegritas. Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter sekaligus fondasi spiritual generasi muda.
Ia memaparkan tiga amalan utama yang penting dijaga selama Ramadan, yakni amalan hati, amalan lisan, dan amalan anggota tubuh. Amalan hati diwujudkan melalui kesabaran dan menjauhi sifat takabbur, amalan lisan melalui niat yang tulus serta tutur kata yang baik, sedangkan amalan anggota tubuh melalui kesungguhan dalam beribadah dan belajar.
“Tanamkan niat yang tulus dalam menuntut ilmu. Niat menjadi fondasi utama keberhasilan dan keberkahan dalam proses belajar,” ungkapnya di hadapan para santri.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya adab dan bakti kepada orang tua serta guru sebagai kunci keberkahan ilmu. Menurutnya, integrasi antara kecerdasan intelektual dan kematangan spiritual menjadi karakter lulusan yang diharapkan mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama menjelang berbuka puasa. Momentum ini diharapkan semakin mempererat hubungan kelembagaan serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara UIN Palopo dan pesantren dalam penguatan pendidikan berbasis nilai dan integritas.
Penulis & fotografer: Adrian
Penyunting: Reski Azis









