UIN Palopo Jadikan 2026 Tahun Mutu, Perkuat Strategi Menuju Akreditasi Unggul

UIN Palopo Jadikan 2026 Tahun Mutu, Perkuat Strategi Menuju Akreditasi Unggul

Palopo – Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo memperkuat strategi peningkatan mutu perguruan tinggi sebagai bagian dari langkah menuju akreditasi unggul. Komitmen tersebut ditegaskan melalui sosialisasi Sistem Informasi Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO) 2.0 yang menghadirkan Anggota Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Prof Slamet Wahyudi, bertempat di Aula Rektorat UIN Palopo, Jalan Bitti Kelurahan Balandai Kecamatan Bara, Rabu (19/8/2026) kemarin.

Kegiatan tersebut menjadi dinilai momentum bagi UIN Palopo untuk menyamakan pemahaman sivitas akademika mengenai kebijakan, instrumen, dan mekanisme akreditasi perguruan tinggi, khususnya Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT) 4.1 dan pemanfaatan SAPTO 2.0.

Rektor UIN Palopo, Dr Abbas Langaji MAg, mengatakan peningkatan mutu menjadi salah satu fokus utama universitas dalam menghadapi tantangan perguruan tinggi ke depan. Ia menegaskan, seluruh unsur di lingkungan kampus perlu bergerak secara terarah dan berkelanjutan dalam membangun budaya mutu.

“Merujuk ke visi UIN Palopo, tahun ini kita jadikan sebagai tahun mutu. Karena itu, seluruh upaya peningkatan kualitas harus kita lakukan secara terarah dan berkelanjutan,” ujarnya saat memberikan sambutan di tempat kegiatan.

Menurutnya, mutu dan akreditasi tidak semata-mata berkaitan dengan pemenuhan dokumen, tetapi menjadi bagian penting dalam memperkuat tata kelola, kualitas layanan akademik, serta daya saing perguruan tinggi.

Karena itu, pemahaman yang sama terhadap regulasi dan instrumen akreditasi dinilai penting agar setiap unit kerja mampu melakukan evaluasi sekaligus perbaikan secara berkelanjutan.

Rektor Abbas optimistis UIN Palopo dapat meningkatkan capaian akreditasi hingga meraih predikat unggul. Hal tersebut, kata dia, membutuhkan keterlibatan seluruh unsur perguruan tinggi dengan memahami standar dan instrumen yang menjadi dasar penilaian akreditasi.

Dalam kegiatan tersebut, Prof Slamet Wahyudi menyampaikan materi bertajuk “Penyamaan Persepsi Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT 4.1) Mengacu Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 dan SAPTO 2.0.”

Prof Slamet memberi pemahaman mengenai arah kebijakan akreditasi, substansi instrumen IAPT 4.1, serta pemanfaatan SAPTO 2.0 dalam proses pengajuan dan evaluasi akreditasi perguruan tinggi.

Sosialisasi ini diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teknis penggunaan sistem, tetapi dapat mendorong setiap unit kerja di lingkungan kampus untuk semakin siap melakukan evaluasi terhadap kinerja dan mutu masing-masing.

Dengan demikian, proses akreditasi diharapkan menjadi bagian dari siklus peningkatan mutu yang berlangsung secara berkelanjutan, bukan sekadar aktivitas administratif untuk memenuhi persyaratan penilaian.

Kegiatan tersebut diikuti Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Palopo, Dr Munir Yusuf SAg MPd, para Dekan, Direktur Pascasarjana, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), para Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Program Studi (Prodi), para Kepala Unit Penunjang Akademik (UPA), serta para Kepala Pusat (Kapus) di lingkungan kampus.

Melalui penguatan pemahaman terhadap IAPT 4.1 dan SAPTO 2.0, UIN Palopo menargetkan kesiapan yang semakin baik dalam menghadapi proses akreditasi sekaligus memperkuat budaya mutu di seluruh lini perguruan tinggi.


Penulis: Jefri Nugraha
Fotografer: Tim Humas
Penyunting: Reski Azis

Spread the love
Related Posts
Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *

qwe
Translate »