Palopo — Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo terus memperkuat mutu akademik dan tata kelola perguruan tinggi melalui berbagai agenda strategis yang berlangsung sepanjang awal September 2026. Penguatan tersebut terlihat dari pemantapan Asesmen Lapangan (Aslap) Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Arab (PBA), pelaksanaan Pekan Audit Mutu Internal Fakultas Syariah (Fasya), hingga tampilnya riset kolaboratif UIN Palopo dan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dalam konferensi internasional.
Rangkaian agenda tersebut menunjukkan upaya UIN Palopo membangun budaya mutu secara berkelanjutan, baik melalui penguatan sistem penjaminan mutu internal, kesiapan menghadapi akreditasi, maupun pengembangan riset yang melibatkan dosen dan mahasiswa.
Di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), pemantapan menghadapi Aslap Prodi PBA dilakukan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) pada Senin pagi (7/9/2026) lalu, di Aula Graha Shahbah, Kampus II UIN Palopo, Jalan Bitti, Kelurahan Balandai, Kecamatan Bara.
Rakor tersebut menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Aslap yang dijadwalkan berlangsung pada 10–11 September 2026. Dekan FTIK UIN Palopo, Prof Dr H Sukirman SS MPd, menekankan pentingnya kesiapan seluruh unsur fakultas dalam mendukung pelaksanaan asesmen, mulai dari penerimaan asesor, pembukaan, pelaksanaan hingga penutupan.
“Persiapan harus dilakukan dengan baik, mulai dari penjemputan, pembukaan, pelaksanaan kegiatan hingga penutupan. Kita harus memastikan seluruh kebutuhan telah dipersiapkan dengan matang,” ungkapnya.
Menurut Sukirman, keberhasilan asesmen bukan hanya menjadi tanggung jawab Prodi, tetapi membutuhkan dukungan dan sinergi seluruh unsur fakultas dan tentu saja perhatian dari pimpinan kampus.
“Melalui rapat ini, kita ingin terlihat bekerja secara sinergi. Semua unsur harus saling mendukung agar pelaksanaan Aslap dapat berjalan dengan baik dan lancar,” tambahnya.
Ketua Prodi PBA, Dr Naidin Syamsuddin SAg MPdI, menambahkan komunikasi dengan asesor telah dilakukan sebagai bagian dari persiapan. Prodi juga telah menerima sejumlah masukan terkait kelengkapan dokumen dan kebutuhan teknis yang perlu segera dibenahi.
Dari sisi sarana dan prasarana, Kepala Bagian TU FTIK UIN Palopo, Mattuju SAg, memastikan kebutuhan pendukung asesmen telah dipersiapkan.
“Untuk kelengkapan Asesmen, kami sudah menyiapkan berbagai kebutuhannya,” ujarnya.
Penguatan mutu juga berlangsung di Fasya melalui Pekan Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2026 pada Selasa (8/9/2026) kemarin, di Ruang Rapat Fakultas Syariah, Kampus I UIN Palopo, Jalan Agatis, Kelurahan Balandai, Kecamatan Bara.
Pelaksanaan AMI menjadi bagian dari penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) untuk memastikan penyelenggaraan pendidikan, tata kelola, dan layanan akademik berjalan sesuai standar yang ditetapkan.
Dekan Fakultas Syariah, Prof Dr Helmi Kamal MHI, menegaskan AMI tidak semestinya dipandang sebagai kegiatan administratif dan rutinitas tahunan. Sebaliknya, audit menjadi instrumen evaluasi dan peningkatan mutu secara berkelanjutan.
“AMI bukan sekadar kegiatan rutin atau mencari kesalahan, tetapi menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan seluruh proses penjaminan mutu berjalan sebagaimana mestinya dan terus mengalami peningkatan,” tegasnya.
Pelaksanaan AMI juga diarahkan untuk memastikan siklus PPEPP—Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan—berjalan secara periodik. Hasil audit diharapkan menghasilkan temuan, rekomendasi, dan rencana tindak lanjut yang terukur hingga tahap Rapat Tinjauan Manajemen.
Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Palopo, Prof Dr H Muamar Arafat Yusmad MH, ikut menegaskan AMI bukan proses untuk mencari kesalahan unit kerja. Audit merupakan mekanisme evaluasi untuk mengidentifikasi capaian sekaligus menemukan ruang perbaikan.
Dalam pelaksanaannya, audit dilakukan pada sejumlah Prodi di Fasya, yakni Prodi Hukum Tata Negara (HTN), Hukum Keluarga (HK), dan Hukum Ekonomi Syariah (HES).
Penguatan mutu UIN Palopo juga berjalan melalui bidang riset. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Palopo bersama UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten mempresentasikan riset kolaboratif dalam SATU ICON International Conference 2026, Rabu (9/9/2026).
Riset berjudul “Building Visual Green Trust in Halal Culinary MSMEs Through Circular Business Practices,” mengangkat praktik bisnis sirkular, kepercayaan hijau konsumen, serta tata kelola limbah pada UMKM kuliner halal di Kota Palopo.
Kolaborasi tersebut melibatkan Dr Adzan Noor Bakri MESy dosen FEBI UIN Palopo bersama tiga mahasiswa Prodi Manajemen Bisnis Syariah (MBS), yakni Indah Apriliana, Al Munawati Hafifa, dan Marsya Anggi Pratiwi, serta Suryani dan Muhamad Fadli Azim dari UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
Kehadiran riset tersebut dalam forum konferensi internasional memperlihatkan keterlibatan sivitas akademika UIN Palopo dalam pengembangan pengetahuan sekaligus penguatan kolaborasi riset lintas perguruan tinggi.
Tiga agenda tersebut memperlihatkan bahwa penguatan mutu di UIN Palopo berlangsung pada berbagai lini, mulai dari kesiapan Prodi menghadapi asesmen, penguatan sistem penjaminan mutu internal, hingga pengembangan dan diseminasi hasil riset pada forum akademik internasional.
Melalui langkah tersebut, UIN Palopo terus mendorong budaya mutu yang tidak berhenti pada pemenuhan dokumen dan pelaksanaan kegiatan, tetapi diarahkan pada keterlaksanaan, keterukuran, evaluasi, serta peningkatan berkelanjutan.
.
.
.
Penulis dan foto: Tim Humas
Penyunting: Reski Azis








