Palopo – Sejumlah dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo mengikuti Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar sebagai Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP). Program ini merupakan salah satu upaya strategis Kementerian Agama RI dalam meningkatkan kapasitas dosen pemula agar mampu menjalankan tugas tridarma perguruan tinggi secara profesional dan berkualitas.
Keikutsertaan dosen UIN Palopo dalam program ini dinilai menjadi bagian dari komitmen kampus dalam memperkuat mutu sumber daya manusia sekaligus menyiapkan dosen menuju jenjang karier akademik yang lebih tinggi, termasuk sebagai salah satu tahapan penting sebelum mengikuti Sertifikasi Dosen (Serdos).
Adapun dosen yang mengikuti PKDP 2026 ini yakni Dr Ahmad Nouruzzaman SE ME, Muh Shadri Kahar Muang SE MM, Zulkarnain SPd MPd, Muhammad Faathir Husain Misba MPd, Hj Mubasyyariah Bakri SSosI MPdI, Supriadi SPd MPd, Agusalim Sunusi SE MM, Suci SE MAk, Dr Agung Zulkarnain Alang SE ME, Feri Eko Wahyudi SUd MH, dan Reski SSosI MPdI.
Sebelum pelaksanaan program, seluruh peserta mengikuti Technical Meeting yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Alauddin Makassar secara daring pada 6 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan memberikan penjelasan terkait mekanisme pelaksanaan PKDP, pembagian kelas, jadwal kegiatan, serta teknis penyelesaian tugas yang harus dipenuhi peserta selama program berlangsung.
PKDP 2026 berlangsung dalam beberapa tahapan, diawali dengan In Service Course (ISC) Tahap I pada 8–11 Juni 2026. Pada tahap ini peserta memperoleh pembekalan mengenai pengembangan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian sebagai dosen di perguruan tinggi.
Selanjutnya peserta mengikuti On the Job Course (OJC) pada 13–15 Juni 2026 sebagai tahap implementasi hasil pelatihan di lingkungan kerja masing-masing. Dalam tahapan ini, peserta diwajibkan menyelesaikan sejumlah tugas akademik yang menjadi bagian dari penilaian program.
Adapun tugas yang harus diselesaikan meliputi penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) beserta instrumen penilaian, pembuatan video moderasi beragama, penyusunan artikel ilmiah siap submit, serta pembuatan video bahan pembelajaran atau video praktik mengajar. Seluruh tugas tersebut dirancang untuk mengukur kemampuan peserta dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran di perguruan tinggi.
Setelah menyelesaikan OJC, peserta melakukan pengumpulan RPS dan indikator penilaian pada 16 Juni 2026, pengumpulan video pembelajaran pada 17 Juni 2026, serta pengumpulan artikel ilmiah dan video moderasi beragama pada 18 Juni 2026. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan In Service Course Tahap II pada 19–20 Juni 2026 sebagai forum refleksi, evaluasi, dan penguatan hasil pembelajaran yang telah diperoleh peserta.
Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Palopo, Dr Abd Kadir Arno SSy MSi, menerangkan PKDP merupakan program penting dalam menyiapkan dosen yang memiliki kompetensi akademik dan profesional sesuai standar nasional pendidikan tinggi.
“PKDP juga menjadi salah satu instrumen penting dalam mempersiapkan dosen menuju Sertifikasi Dosen. Karena itu, peserta diharapkan mengikuti seluruh tahapan dengan sungguh-sungguh agar kompetensi yang diperoleh dapat diterapkan dalam proses pembelajaran,” ujarnya.
Menurutnya, kompetensi yang diperoleh selama mengikuti PKDP diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat budaya akademik, serta mendukung percepatan karier dosen di lingkungan kampus.
Keikutsertaan para dosen UIN Palopo dalam PKDP 2026 ini dinilai menjadi bukti komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan. Dengan semakin banyak dosen yang memiliki kompetensi sesuai standar nasional dan siap mengikuti Sertifikasi Dosen, UIN Palopo optimistis mampu menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang semakin unggul, adaptif, dan berdaya saing global.
.
.
.
.
Penulis dan foto: Tim Humas
Penyunting: Reski Azis








