Palopo — Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Laporan Capaian Kinerja Triwulan II Tahun 2026 untuk mengukur perkembangan program sekaligus memastikan target kinerja universitas berjalan sesuai rencana.
Monev yang berlangsung di Aula Rektorat Lantai 3 Kampus I UIN Palopo, Rabu (12/8/2026), dipimpin langsung Rektor UIN Palopo, Dr Abbas Langaji MAg, didampingi Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK), Dr Masruddin SS MHum, dan Kepala Biro Administrasi Akademik, Keuangan, dan Umum (AKU), Dr HM Arsyad Ambo Tuo MAg.
Kegiatan tersebut diikuti jajaran pimpinan fakultas, Pascasarjana, lembaga, unit kerja, tim perencanaan, serta unsur terkait lainnya. Evaluasi dilakukan terhadap capaian indikator kinerja, pelaksanaan program, penggunaan anggaran, serta kendala dan langkah tindak lanjut untuk periode berikutnya.
Dalam pemaparan capaian Triwulan II, sejumlah indikator kinerja UIN Palopo menunjukkan perkembangan positif. Di antaranya, 10 program studi atau 38,46 persen telah berpredikat Unggul, sementara 83 persen lulusan tercatat memperoleh pekerjaan dalam waktu kurang dari enam bulan.
Selain itu, capaian pemanfaatan kerja sama juga menjadi bagian dari evaluasi, bersamaan dengan indikator budaya mutu pendidikan, standar mutu tridharma, kualitas dan sertifikasi dosen, serta nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).
Data tersebut menjadi bahan bagi pimpinan untuk melihat posisi capaian terhadap target kinerja 2026 sekaligus menentukan indikator yang masih membutuhkan percepatan. Evaluasi juga diarahkan untuk memastikan program tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan dan penyerapan anggaran, tetapi menghasilkan output dan outcome yang terukur.
Rektor Abbas mengapresiasi seluruh sivitas akademika dalam menjalankan program dan mencapai target institusi. Menurutnya, capaian yang telah diraih merupakan hasil kerja kolektif sehingga harus dipertahankan sekaligus ditingkatkan.
Ia juga menegaskan pentingnya keseimbangan antara pemenuhan hak pegawai, dan pelaksanaan tanggung jawab pekerjaan.
“Pemenuhan hak-hak pegawai harus menjadi perhatian kita bersama. Namun, pada saat yang sama, kita juga harus memastikan bahwa setiap tugas dan tanggung jawab dilaksanakan dengan baik. Kinerja dan kesejahteraan harus berjalan beriringan,” tegasnya.
Dalam evaluasi tersebut, Rektor juga memberikan perhatian pada aspek efisiensi pengelolaan program dan anggaran. Efisiensi, kata dia, tidak semata-mata dimaknai sebagai pengurangan belanja, tetapi sebagai kemampuan mengoptimalkan sumber daya untuk menghasilkan manfaat yang maksimal bagi institusi.
“Efisiensi harus kita maknai sebagai kemampuan untuk bekerja secara tepat, terukur, dan menghasilkan output yang maksimal. Jangan sampai efisiensi mengurangi kualitas layanan, tetapi justru harus mendorong kita untuk lebih kreatif dan efektif dalam mengelola sumber daya,” ujarnya.
Rektor meminta seluruh pimpinan unit kerja menjadikan hasil Monev sebagai dasar melakukan perbaikan dan percepatan program. Indikator yang belum mencapai target harus segera diidentifikasi penyebabnya dan ditindaklanjuti melalui langkah yang terukur.
Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup diukur dari besarnya anggaran yang terserap. Setiap kegiatan harus memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan, tata kelola kelembagaan, serta kualitas layanan kepada mahasiswa dan masyarakat.
“Yang paling penting bukan hanya berapa besar anggaran yang terserap, tetapi apa yang kita hasilkan dari anggaran tersebut. Setiap kegiatan harus memberikan manfaat dan mendukung pencapaian indikator kinerja universitas,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Masruddin menekankan pentingnya keterhubungan antara perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan. Menurutnya, evaluasi kinerja harus menjadi proses berkelanjutan sehingga setiap persoalan dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti.
Dalam Monev tersebut, masing-masing unit kerja juga menyampaikan perkembangan program, kendala pelaksanaan, serta strategi yang akan ditempuh untuk meningkatkan capaian kinerja pada Triwulan III dan IV Tahun 2026 mendatang.
Melalui Monev Triwulan II, UIN Palopo menargetkan percepatan terhadap sejumlah indikator yang masih membutuhkan penguatan sekaligus mempertahankan capaian yang telah memenuhi target. Hasil evaluasi selanjutnya menjadi dasar penyusunan langkah tindak lanjut untuk memastikan target kinerja universitas Tahun 2026 dapat dicapai secara optimal.
Penulis: Mahfud Massaguni
Fotografer: Ahmad Farhan M
Penyunting: Reski Azis
















