Palopo – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo berkolaborasi dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah VI Makassar menggelar kegiatan Dosen Tamu 2026 bertajuk “KPPU Goes to Campus: Membentuk Generasi Muda yang Cerdas dalam Persaingan Usaha”, Jumat (9/10/2026).
Kegiatan berlangsung pukul 09.00–11.00 Wita di Aula Mini FEBI di kampus III UIN Palopo, jalan Tokasirang, Kelurahan Balandai, Kecamatan Bara. Diikuti pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Pelaksanaannya juga dilakukan secara daring melalui platform zoom meeting.
Dekan FEBI UIN Palopo, Dr Hj Anita Marwing SHI MHI, mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara UIN Palopo, FEBI, dan KPPU. Menurutnya, kerja sama antarlembaga perlu diwujudkan melalui program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa, terutama dalam memahami dinamika dunia usaha.
“Mahasiswa tidak cukup hanya memahami persaingan usaha secara teoritis. Mereka juga harus mengetahui bagaimana bersaing secara sehat, memahami aturan, menjunjung etika, dan membangun usaha secara bertanggung jawab,” sebut Anita.
Ia juga berharap kegiatan tersebut tetap memberikan pengalaman belajar yang optimal meskipun sebagian pelaksanaannya berlangsung secara daring. Pihaknya juga berharap jajaran KPPU dapat kembali berkunjung secara langsung ke Palopo untuk memperkuat kolaborasi pada kegiatan berikutnya.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Dahliana Tanur, Plt Kepala Kantor Wilayah VI KPPU Makassar, dan Charisma Desta Ardiansyah, Kepala Bidang Penegakan Hukum KPPU Makassar.
Dalam pemaparannya, Dahliana menekankan pentingnya literasi persaingan usaha bagi generasi muda. Mahasiswa, menurutnya, memiliki posisi strategis sebagai calon pelaku usaha, inovator, konsumen kritis, sekaligus bagian dari masyarakat yang dapat berkontribusi dalam pengawasan publik.
Ia menjelaskan persaingan usaha yang sehat harus bertumpu pada kualitas produk, harga yang kompetitif, inovasi, dan pelayanan. Sebaliknya, praktik monopoli, kartel, diskriminasi, serta penguasaan pasar secara tidak wajar dapat menghambat terciptanya iklim usaha yang adil.
Dahliana juga mengaitkan prinsip persaingan usaha dengan nilai-nilai Islam, seperti fastabiqul khairat, keadilan, kemaslahatan, dan amanah, termasuk larangan melakukan tindakan yang merugikan pihak lain. Materi tersebut turut memperkenalkan peran KPPU dalam penegakan hukum persaingan usaha, pengendalian merger, advokasi kebijakan, serta pengawasan kemitraan.
Sementara itu, Charisma Desta Ardiansyah mengulas tantangan persaingan usaha di era ekonomi digital. Perkembangan marketplace dan berbagai platform digital telah membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi konsumen dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan tantangan yang perlu diantisipasi.
Sejumlah persoalan yang disoroti meliputi ketergantungan pelaku usaha pada platform digital, perubahan komisi secara sepihak, pengaturan visibilitas produk, penguasaan data, hingga potensi penyalahgunaan posisi tawar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap regulasi dan prinsip persaingan usaha yang sehat.
Charisma juga menekankan pentingnya membangun kemitraan yang adil antara usaha besar dan UMKM. Kemitraan ideal, menurutnya, harus didasarkan pada prinsip saling memerlukan, mempercayai, memperkuat, dan menguntungkan, bukan hubungan yang menempatkan salah satu pihak dalam posisi dirugikan.
Melalui kegiatan ini, FEBI UIN Palopo melalui Humasnya, Endang, berharap mahasiswa semakin memahami hukum persaingan usaha, dinamika ekonomi digital, etika bisnis, serta pentingnya membangun iklim usaha yang sehat dan berkeadilan.
Kegiatan Dosen Tamu 2026 ini masih menurut Endang sekaligus menjadi bagian dari upaya FEBI UIN Palopo dalam memperkuat pembelajaran kontekstual yang menghubungkan teori akademik dengan praktik, regulasi, dan perkembangan dunia usaha. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan konseptual, tetapi juga kesiapan menghadapi tantangan persaingan usaha di era digital.
Penulis dan foto: Humas FEBI
Penyunting: Reski Azis





