Palopo – Sejumlah mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo menunjukkan komitmennya dalam pengabdian masyarakat melalui serangkaian workshop literasi digital dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di beberapa sekolah vokasi di Kota Palopo. Kegiatan ini tidak hanya mengenalkan teknologi AI kepada siswa, tetapi juga mendorong pemanfaatannya secara kritis, etis, dan produktif di dunia pendidikan maupun dunia kerja.
Salah satu kegiatan berlangsung di SMKN 4 Palopo dengan melibatkan siswa kelas XI PPLG, XI TITL, dan X TKJ. Dalam workshop itu, mahasiswa memperkenalkan konsep dasar AI, sejarah perkembangannya, hingga implementasi teknologi tersebut dalam proses pembelajaran modern.
Para siswa dikenalkan pada berbagai platform berbasis AI yang kini akrab digunakan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari OpenAI, Google Translate, Canva, hingga Grammarly. Namun, mahasiswa menekankan bahwa AI bukan sekadar alat instan pencari jawaban, melainkan sarana belajar yang harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab.
“AI yang digunakan dengan bijak justru bisa memperluas cara berpikir siswa. Yang melemahkan berpikir kritis bukan AI-nya, melainkan kebiasaan menggunakannya tanpa refleksi,” ujar Miki, salah seorang Ketua Tim Pengabdian mahasiswa.
Dalam sesi diskusi, siswa tampak antusias mempertanyakan validitas informasi AI, keamanan data, hingga dampaknya terhadap proses belajar. Antusiasme itu dinilai menjadi indikator meningkatnya kesadaran kritis generasi muda terhadap perkembangan teknologi digital.
Selain membahas manfaat AI bagi siswa, workshop juga menyoroti peran guru di era digital. Mahasiswa menegaskan bahwa teknologi tidak dapat menggantikan fungsi guru sebagai pembimbing karakter, etika, dan pola pikir kritis peserta didik.
Pengabdian serupa juga dilaksanakan di SMKN 3 Pelayaran Palopo melalui pelatihan bertajuk AI Career Tools: Pembuatan CV Profesional Menggunakan Kinobi AI. Sebanyak 21 taruna Program Keahlian Nautika Kapal Niaga (NKN) mengikuti pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kesiapan menghadapi dunia kerja maritim yang semakin kompetitif dan berbasis teknologi.
Pelatihan tersebut lahir dari temuan mahasiswa bahwa banyak taruna memiliki kompetensi teknis yang baik, namun belum mampu menyusun curriculum vitae (CV) profesional secara mandiri. Padahal, dokumen tersebut menjadi salah satu syarat utama dalam proses rekrutmen industri pelayaran.
Dalam empat sesi pelatihan, mahasiswa memperkenalkan konsep AI, struktur CV profesional, demonstrasi penggunaan platform Kinobi AI, hingga praktik langsung penyusunan CV oleh peserta. Taruna terlihat cepat beradaptasi dengan teknologi tersebut, bahkan mampu memodifikasi template CV sesuai kebutuhan industri pelayaran dengan memasukkan sertifikasi STCW, Basic Safety Training, hingga pengalaman simulasi pelayaran.
“Kami tidak ingin taruna kalah bukan karena kurang kompeten, tetapi karena tidak tahu cara mempresentasikan diri dengan benar,” ungkap salah seorang guru pendamping.
Menariknya, keterbatasan bahasa Inggris pada beberapa fitur Kinobi AI justru memunculkan solidaritas antar peserta. Taruna yang lebih memahami instruksi membantu rekannya menerjemahkan dan mengoptimalkan isi CV mereka secara bersama-sama.
Para mahasiswa menilai kegiatan ini menjadi bukti bahwa generasi muda sebenarnya tidak kekurangan semangat belajar, melainkan membutuhkan pendampingan yang relevan dengan realitas perkembangan teknologi saat ini.
Melalui kegiatan pengabdian ini, mahasiswa UIN Palopo yang terlibat berharap literasi AI tidak berhenti pada pengenalan teknologi semata, tetapi berkembang menjadi budaya berpikir kritis, kreatif, dan adaptif di kalangan pelajar vokasi. AI dipandang bukan sebagai ancaman bagi pendidikan, melainkan alat strategis yang harus dipahami dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab demi menghadapi tantangan masa depan.
Penulis dan foto: Tim Mahasiswa
Penyunting: Reski Azis








