Makassar — Ribka Tandi, Mahasiswi Pascasarjana Tadris Bahasa Inggris pada Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo, berhasil menorehkan prestasi akademik dengan tampil sebagai presenter dalam ajang internasional The Fifth International Conference on English Language Education (ICONELE) 2026, yang berlangsung pada 16 April 2026 lalu di Hotel Sultan Alauddin Makassar.
Konferensi yang mengusung tema “Reimagining the Future of English Language Education in the Age of AI” ini menjadi ruang strategis bagi akademisi dan praktisi untuk mendiskusikan transformasi pendidikan bahasa Inggris di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar ini menghadirkan sejumlah keynote speakers nasional dan internasional. Beragam isu mutakhir dibahas, mulai dari integrasi AI dalam proses pembelajaran, sistem penilaian, hingga penulisan akademik berbasis teknologi.
Partisipasi Ribka dalam forum ini, yang berkolaborasi dengan Guru Besar UIN Palopo Prof Dr Sahraini MHum, mempresentasikan penelitian berjudul “The Integration of Artificial Intelligence Tools to Foster Deep Learning among Junior High School English Teachers.”
Penelitian ini menyoroti pemanfaatan teknologi AI untuk mendorong pembelajaran yang lebih mendalam (deep learning) dan reflektif bagi guru bahasa Inggris di tingkat sekolah menengah pertama.
Keikutsertaan Ribka dalam konferensi internasional ini dinilai menjadi pengalaman akademik yang signifikan. Selain tampil sebagai presenter, ia juga mengaku memperoleh wawasan baru dari para keynote speakers, khususnya terkait pemanfaatan AI dalam mendukung penulisan akademik yang lebih efektif, inovatif, dan bertanggung jawab, serta relevansinya dalam kehidupan sehari-hari di era digital.
Diketahui, ICONELE 2026 turut diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi ternama, baik dalam maupun luar negeri, seperti The University of Sydney, Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, hingga UIN Palopo. Hal ini menunjukkan luasnya jejaring akademik yang terbangun dalam forum tersebut.
Melalui kegiatan ini, Ribka dan Prof Sahraini mengharapkan lahirnya gagasan inovatif yang mampu menjawab tantangan pendidikan bahasa Inggris di era digital. ICONELE 2026 tidak hanya menjadi ajang diseminasi hasil penelitian, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat sinergi antar akademisi dalam membangun masa depan pendidikan yang adaptif, kreatif, dan berbasis teknologi.
Penulis: Ashar Zabir
Foto: Humas Pascasarjana
Penyunting: Reski Azis






