Perkuat Kajian Bahasa Daerah, Dosen UIN Palopo Raih Gelar Doktor Cum Laude

Perkuat Kajian Bahasa Daerah, Dosen UIN Palopo Raih Gelar Doktor Cum Laude

Bandung — Prestasi akademik kembali ditorehkan sivitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo. Salah satu dosennya, Rusdiansyah SPd MHum, resmi meraih gelar Doktor bidang Linguistik pada sidang promosi doktor di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Jumat (13/02/2026).

Rusdiansyah dinyatakan lulus dengan predikat cum laude setelah menyelesaikan studi doktoralnya dalam waktu 25 bulan atau dua tahun satu bulan sejak Februari 2024. Capaian tersebut tercatat sebagai salah satu masa studi tercepat pada Program Studi Linguistik jenjang doktoral di UPI.

Gelar doktor diraih melalui disertasi berjudul “Pemertahanan Bahasa Padoe di Luwu Timur, Sulawesi Selatan: Studi tentang Kompetensi, Transmisi, Sikap, dan Kebijakan Bahasa.”

Penelitian tersebut mengangkat isu strategis terkait keberlangsungan Bahasa Padoe yang menghadapi tekanan akibat dominasi bahasa mayoritas, perubahan sosial, serta dinamika kebijakan pendidikan.

Dalam kajiannya, Rusdiansyah menganalisis pemertahanan Bahasa Padoe melalui empat dimensi utama, yakni kompetensi berbahasa lintas generasi, transmisi bahasa dalam keluarga, sikap bahasa penutur, serta kebijakan bahasa pada level pemerintah dan institusi pendidikan. Pendekatan komprehensif ini menghasilkan gambaran utuh mengenai posisi Bahasa Padoe dalam dinamika sosial dan pendidikan di Luwu Timur.

Selain disertasi, sebagian hasil penelitian tersebut juga telah dipublikasikan dalam jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus, sehingga turut memperluas eksistensi bahasa daerah dalam diskursus akademik global.

Tim promotor dan penguji menilai disertasi ini memiliki kualitas akademik yang sangat baik serta berkontribusi signifikan terhadap pengembangan kajian sosiolinguistik dan pemertahanan bahasa daerah di Indonesia. Riset ini dinilai relevan sebagai referensi dalam perumusan kebijakan pelestarian bahasa daerah, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Rusdiansyah lahir di Lauwo, 18 Mei 1989. Ia merupakan alumni STAIN Palopo yang kini bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri Palopo, kemudian melanjutkan studi magister di UPI dan lulus pada 2018. Sejak 2019, ia mengabdi sebagai dosen pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FTIK UIN Palopo.

“Bahasa adalah identitas dan warisan budaya. Jika transmisi melemah, maka yang terancam bukan hanya bahasa, tetapi juga memori kolektif masyarakat,” ungkap Rusdiansyah usai sidang promosi.

Capaian doktor cum laude ini semakin memperkuat komitmen UIN Palopo dalam mendorong pengembangan keilmuan, khususnya pada kajian bahasa dan kebudayaan lokal, serta mempertegas peran perguruan tinggi keagamaan dalam kontribusi akademik di tingkat nasional dan internasional.

Penulis: Jefri Nugraha
Fotografer: Adrian
Penyunting: Reski Azis

Spread the love
Related Posts
Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *

qwe
Translate »