Jakarta — Rektor Universitas Islam Negeri Palopo (UIN) Palopo, Dr Abbas Langaji MAg, melakukan kunjungan resmi ke Leimena Institute, Kamis (19/2/2026), sebagai bagian dari strategi penguatan kerja sama kelembagaan dan perluasan jejaring akademik di tingkat nasional.
Kunjungan ini merupakan langkah konkret UIN Palopo dalam membangun sinergi dengan lembaga pengembangan kepemimpinan nasional guna merespons dinamika sosial-kebangsaan yang kian kompleks. Penguatan kemitraan tersebut diarahkan untuk mendukung implementasi tridarma perguruan tinggi secara lebih kolaboratif dan berkelanjutan.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan dialogis, kedua institusi mendiskusikan sejumlah peluang kerja sama, meliputi peningkatan mutu pendidikan, pengembangan riset kolaboratif, serta pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, dibahas pula kemungkinan pertukaran narasumber, penyelenggaraan forum ilmiah bersama, hingga keterlibatan mahasiswa dalam program pengembangan kepemimpinan berskala nasional.
Rektor UIN Palopo menegaskan bahwa kolaborasi lintas lembaga merupakan instrumen strategis dalam menghadirkan inovasi akademik sekaligus memperkaya perspektif kebangsaan di lingkungan kampus.
“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran sosial, komitmen kebangsaan, serta karakter moderat dan inklusif,” ujarnya.
Menurutnya, kemitraan dengan Leimena Institute membuka ruang penguatan kurikulum, kegiatan kemahasiswaan, dan riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta tantangan kebangsaan kontemporer. Sinergi ini diharapkan mampu membangun ekosistem akademik yang adaptif terhadap dinamika global, namun tetap berakar pada nilai-nilai kebangsaan dan keislaman yang moderat.

Rektor diterima oleh Direktur Eksekutif Leimena Institute, Matius Ho, beserta jajaran yang membidangi sekretariat, kemitraan dan hubungan antar-lembaga, serta pimpinan program. Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak juga membahas rencana penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang akan ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Kerja sama ke depan akan difokuskan pada pelatihan guru peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) serta pengembangan kapasitas komunitas lintas agama. Program ini sejalan dengan salah satu unggulan Leimena Institute, yakni Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB), yang telah melatih ribuan guru di Indonesia dalam memperkuat kerja sama dan perdamaian di masyarakat multifaith dan multikultural.
Tentang Leimena Institute
Leimena Institute merupakan lembaga nirlaba yang berdiri pada 2005 dengan misi mengembangkan peradaban Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta mendorong peradaban dunia yang menjunjung tinggi harkat manusia.
Nama “Leimena” diambil dari tokoh negarawan Indonesia, dokter Johannes Leimena, yang dikenal atas kepemimpinannya yang mengedepankan pelayanan, kasih, dan komitmen kebangsaan.
Beberapa program unggulan lembaga ini antara lain Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB), Johannes Leimena School of Public Leadership, dan Strategic Leadership Network, yang berfokus pada penguatan kepemimpinan publik dan dialog lintas iman.
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti hasil diskusi dalam bentuk program konkret yang terstruktur dan berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan tridarma perguruan tinggi.
Penulis: Mahfud Massaguni
Foto: Tim Humas
Penyunting: Reski Azis



