Palopo — Sebanyak 67 siswa Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP-IT) Insan Madani dari Yayasan Nurul Islam Kota Palopo mengikuti kegiatan Outing Class di Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan yang dimulai sekira pukul 09.00 Wita tersebut berlangsung di Ruangan Unit Penunjang Akademik (UPA) Bahasa dan di Masjid Alauddin, Kampus I UIN Palopo, Jalan Agatis, Kelurahan Balandai, Kecamatan Bara. Selain menjadi sarana pembelajaran di luar sekolah, kunjungan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk mengenal lingkungan perguruan tinggi, khususnya proses pembelajaran bahasa Arab.
Rombongan siswa disambut Ketua Prodi PBA FTIK UIN Palopo, Dr Naidin Syamsuddin SAg MPd, didampingi Sekretarisnya, Mustafa SPdI MPd. Turut hadir sejumlah dosen, serta mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) PBA.
Dalam sambutannya, Naidin menerangkan proses pembelajaran tidak terbatas pada ruang kelas, tetapi juga dapat berlangsung melalui pengalaman dan interaksi langsung dengan lingkungan pendidikan.
“Pembelajaran itu bukan cuma di kelas, tetapi di luar kelas juga. Selamat datang di Kampus UIN Palopo, khususnya di Prodi Pendidikan Bahasa Arab UIN Palopo,” tuturnya.
Ia juga memotivasi para siswa agar memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi. Menurutnya, masa sekolah merupakan kesempatan penting untuk mempersiapkan diri dalam mencapai cita-cita dan masa depan yang lebih baik.
“Untuk meraih prestasi yang terbaik, gunakan waktu sebaik-baiknya,” pesannya kepada para siswa.
Kehadiran mahasiswa HMPS PBA turut mendukung pelaksanaan kegiatan melalui pendampingan dan interaksi dengan para siswa. Keterlibatan mahasiswa ini diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang edukatif sekaligus menyenangkan.
Melalui kegiatan Outing Class tersebut, siswa SMP-IT Insan Madani memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik UIN Palopo serta berinteraksi dengan dosen dan mahasiswa. Pengalaman ini juga dinilai menjadi sarana memperkenalkan pendidikan tinggi kepada peserta didik sejak jenjang sekolah menengah pertama.
Kunjungan ini sekaligus mencerminkan sinergi antara lembaga pendidikan dalam memperluas pengalaman belajar siswa. Melalui pembelajaran di luar kelas, siswa diharapkan semakin termotivasi untuk meningkatkan kemampuan, mengembangkan potensi diri, dan ke depannya melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
.
.
.
Penulis: Ismail
Foto: Humas FTIK
Penyunting: Reski Azis







