Rektor IAIN Palopo: Al-Qur’an Melarang Kita Membenci Agama Lain
Palopo (Humas) – Rektor IAIN Palopo, Dr Abbas Langaji, MAg, menyampaikan pesan dakwah yang penuh makna saat menjadi khatib dalam khutbah Jumat di Masjid Agung Palopo, Jumat, 27 Desember 2024.
Dalam khutbahnya, beliau mengingatkan umat Islam tentang pentingnya menjaga akhlak dan adab dalam berinteraksi, termasuk dengan saudara-saudara yang berbeda keyakinan.
Mengawali khutbah, Rektor Abbas menjelaskan keutamaan salat Jumat. “Siapa saja yang mempersiapkan diri lahir dan batin untuk melaksanakan salat Jumat, menunda pekerjaannya demi salat Jumat, maka pahala yang diperoleh dapat menghapus dosa-dosanya kepada Allah swt,” ujar beliau di hadapan ratusan jamaah yang hadir dari berbagai kalangan.
Dalam khutbahnya, Rektor Abbas juga menyinggung isu toleransi, khususnya menjelang perayaan hari besar keagamaan umat Nasrani. Beliau menyebut bahwa perdebatan mengenai hukum mengucapkan selamat Natal kerap terjadi di Indonesia, berbeda dengan negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi.
“Di Timur Tengah, yang menjadi pusat peradaban Islam, perdebatan semacam ini sudah selesai. Mereka tidak tertarik memperdebatkan hal seperti itu karena dianggap tidak ada manfaatnya,” jelasnya.
Rektor Abbas menekankan pentingnya menjaga keharmonisan dalam bermasyarakat. Ia mengutip Surat Al-An’am ayat 108, yang artinya: “Dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan.”
“Kita tidak memiliki urusan dengan keyakinan orang lain, tetapi kita memiliki kewajiban untuk tidak mencela atau menghina apa yang mereka sembah. Sebagai Muslim, mari kita renungkan ajaran ini, yang mungkin selama ini sering diabaikan,” tegasnya.
Beliau juga menyoroti budaya saling menghina dan merendahkan yang kerap terjadi di media sosial hanya karena perbedaan pandangan, baik dalam politik maupun organisasi.
Lebih lanjut, Rektor Abbas mengingatkan bahwa Al-Qur’an melarang umat Islam menghina sesembahan agama lain. Ia menegaskan bahwa inti ajaran agama Islam adalah tauhid, dan kewajiban utama setiap Muslim adalah menjaga keimanan serta melindungi sesama Muslim yang telah bersyahadat.
“Kewajiban kita adalah menjaga setiap orang yang telah mengucapkan Lā ilāha illallāh Muhammadur Rasūlullāh. Janganlah mudah menghakimi atau mengkafirkan mereka hanya karena kesalahan atau dosa yang mereka perbuat,” pungkasnya. (Humas)



