Tanamkan Sikap Saling Menghargai, KKN UIN Palopo Gelar Edukasi Anti-Bullying di Desa Kalatiri‎‎

Tanamkan Sikap Saling Menghargai, KKN UIN Palopo Gelar Edukasi Anti-Bullying di Desa Kalatiri‎‎

Luwu Timur – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo Kelompok 64 Desa Kalatiri menggelar Edukasi Anti-Bullying bagi siswa SDN Nomor 112 Lemo, di Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur, Jumat (18/9/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja mereka bertema “Pendidikan Keagamaan Ramah Anak dan Inklusif.”

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Kalatiri, Salim, kepala sekolah, dewan guru SDN Nomor 112 Lemo, serta para siswa. Edukasi ini menurut para mahasiswa bertujuan meningkatkan pemahaman anak tentang perilaku perundungan, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Kalatiri, Salim, mengapresiasi pelaksanaan edukasi anti-bullying ini yang dinilainya penting bagi anak-anak usia sekolah dasar. Menurutnya, masih terdapat anak yang belum memahami bentuk-bentuk perundungan dan menganggap tindakan mengejek atau mengganggu teman sebagai hal yang lumrah.

Senada dengan itu, Kepala Sekolah SDN Nomor 112 Lemo menilai kegiatan tersebut bermanfaat untuk membangun kesadaran siswa dalam menjaga sikap dan perkataan. Kebiasaan mengejek nama orang tua atau memberikan julukan kepada teman, misalnya, perlu dipahami sebagai perilaku yang dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman.

Pelaksanaan edukasi ini berangkat dari hasil observasi mahasiswa KKN Kelompok 64 ini terhadap interaksi siswa di lingkungan sekolah. Dari pengamatan tersebut, mahasiswa menemukan sebagian siswa belum memahami bahwa tindakan yang dianggap sebagai candaan, seperti mengejek dan mengganggu teman, dapat termasuk perilaku bullying.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk perundungan, dampak yang ditimbulkan, serta langkah yang dapat dilakukan ketika melihat atau mengalami tindakan tersebut. Lagi menurut mereka, materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami dan diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui edukasi ini, siswa juga diajak memahami tidak semua candaan dapat dianggap sebagai sesuatu yang wajar. Perkataan atau tindakan yang dianggap lucu oleh seseorang bisa saja menyakiti perasaan orang lain. Karena itu, siswa didorong untuk lebih menghargai teman, menjaga ucapan, dan menghindari perilaku yang dapat merugikan orang lain.

Program ini sekaligus diklaim menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN UIN Palopo Kelompok 64 Desa Kalatiri dalam mengimplementasikan tema KKN melalui pendidikan keagamaan yang ramah anak dan inklusif. Mereka berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan sikap saling menghormati, kepedulian, dan keberanian untuk mencegah perundungan di lingkungan sekolah.

Dengan edukasi ini, mahasiswa KKN Kelompok 64 pun berharap siswa, guru, dan seluruh warga sekolah dapat berkolaborasi membangun lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif bagi setiap anak.


Penulis: Nur Fadillah M
Foto: KKN Kelompok 64
Penyunting: Reski Azis

Spread the love
Related Posts
Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *

qwe
Translate »