Palopo — Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pimpinan pada Rabu pagi tadi (3/7/2025), dimulai sekira pukul 08.00 Wita, bertempat di Aula Pascasarjana, Gedung E kampus 1 jalan Agatis Kelurahan Balandai Kecamatan Bara.
Rakor ini dipimpin Rektor UIN Palopo, Abbas Langaji, dan dihadiri oleh Wakil Rektor (Warek) I dan III, Ketua Senat, Direktur Pascasarjana, para Dekan dan Kabag TU masing-masing Fakultas, Kepala TIPD (Teknologi Informasi dan Pangkalan Data), Kepala P2B (Pusat Pengembangan Bisnis), Kepala SPI (Satuan Pengawasan Internal), Kepala UPB (Unit Pengembangan Bahasa) dan Sekretaris Ma’had Al-Jami’ah.
Dalam arahannya, Rektor menyampaikan pentingnya penataan organisasi dan penguatan identitas kelembagaan sebagai upaya strategis dalam menghadapi transformasi institusi. Ia membuka pembahasan dengan menyampaikan beberapa poin.
Pertama, Rektor Abbas menyampaikan usulan agar posisi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro AUAK (Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan) diisi oleh Kepala Bagian Umum dan Layanan Akademik, pasca dilantiknya Karo sebelumnya, Anwar Abubakar, yang baru-baru ini dilantik Menag RI menduduki jabatan yang sama di UINAM.

Kedua, ia mengungkapkan bahwa seluruh pejabat struktural saat ini tetap menjabat secara definitif hingga Peraturan Menteri Agama (PMA) yang mengatur Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) UIN Palopo resmi diterbitkan. Ia juga meminta agar komposisi pejabat di tingkat fakultas tetap dipertahankan.
“Bapak dan ibu yang ada di depan saya, itulah yang terbaik. Tidak ada Plt. Setelah PMA terbit, jabatan akan dikukuhkan secara resmi,” ungkapnya.
Ketiga, Rektor mengumumkan perubahan nomenklatur dua fakultas. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) akan berubah nama menjadi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), sementara Fakultas Syariah (Fasya) akan menjadi Fakultas Syariah dan Hukum (FSH).
Dalam kesempatan yang sama, Rektor turut membahas perkembangan Statuta UIN Palopo. Ia menjelaskan bahwa Statuta yang baru antara lain mengatur masa jabatan Rektor. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga disiplin administratif, termasuk dalam penggunaan kode surat yang masih berlaku.

Terkait simbol institusi, Rektor menyampaikan bahwa lambang UIN Palopo tetap digunakan, namun akan dilakukan penyempurnaan secara visual dan makna, untuk menonjolkan nilai-nilai “Iman, ilmu dan amal saleh” sebagai Trilogi Universitas dan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Dalam hal lain, Rektor Abbas juga menanggapi pertanyaan terkait lagu Mars UIN. Ia menyebut bahwa lagu tersebut belum dapat diperdengarkan secara resmi karena masih menunggu pengesahan melalui PMA tentang Statuta kampus.
“Nanti setelah PMA terbit dan pengukuhan ulang pejabat, barulah bisa diperdengarkan secara resmi,” ujarnya.
Menutup arahannya, Rektor mengajak seluruh pimpinan untuk fokus pada penguatan kelembagaan dan tidak lagi memperdebatkan soal nama institusi. Ia juga mengingatkan pentingnya peran pimpinan dalam melakukan pembinaan secara berkelanjutan di semua level.
Dan sebagai bentuk penyesuaian terhadap kebutuhan dan efisiensi kerja, Rektor menyampaikan bahwa mulai bulan Juli ini dan Agustus mendatang, dosen atau pegawai yang tidak memiliki tugas tambahan diperkenankan untuk bekerja dari rumah (work from home) melalui platform Sevima.



