Mahasiswa Pascasarjana UIN Palopo Hadirkan Layanan Dakwah di Wilayah Minim Akses

Mahasiswa Pascasarjana UIN Palopo Hadirkan Layanan Dakwah di Wilayah Minim Akses

Palopo — Mahasiswa Program Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo, Fiqran Abdillah, diberitakan telah menyelesaikan pengabdian dalam Program Nasional Pengiriman Dai ke Wilayah Terluar, Terdalam, dan Terpencil (3T) Tahun 2026.

Pengabdian tersebut dilaksanakan di Desa Ujung Baru, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Selama bertugas, Fiqran aktif menjalankan berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari menjadi imam salat fardu dan tarawih, mengisi ceramah Ramadan, khutbah Jumat, hingga menjalin silaturahim dengan tokoh masyarakat setempat.

Fiqran menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam program ini didorong oleh semangat pengabdian sebagai implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.

“Sebagai mahasiswa, pengabdian menjadi bentuk nyata penerapan ilmu yang telah diperoleh dari bangku perkuliahan,” ujarnya.

Kehadiran Fiqran mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kegiatan dakwah yang dilaksanakan dinilai mampu memperkuat pemahaman keagamaan warga, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan dakwah dan pembinaan keislaman.

Selama masa pengabdian, Fiqran juga melaksanakan pembinaan baca tulis Alquran bagi anak-anak serta membuka layanan konsultasi keagamaan bagi masyarakat. Tercatat, enam masjid telah dikunjungi dan lima layanan konsultasi perorangan diberikan kepada warga.

Ia mengungkapkan bahwa kondisi sosial masyarakat di lokasi pengabdian cukup berbeda dengan masyarakat perkotaan. Keterbatasan akses komunikasi membuat interaksi sosial masyarakat lebih erat. Meski demikian, ia menghadapi tantangan, terutama dalam hal bahasa dan adaptasi dengan kebiasaan masyarakat yang mayoritas menggunakan bahasa daerah.

Fiqran juga mengaku sempat mengalami kesulitan di awal penugasan, khususnya terkait akses jalan, transportasi, dan jaringan komunikasi. Namun, pengalaman tersebut justru menjadi proses pembelajaran berharga tentang kesabaran dan kehidupan sosial masyarakat di daerah terpencil.

Selama berada di lokasi, ia melihat semangat tinggi masyarakat, terutama anak-anak, dalam menempuh pendidikan. Bahkan, mereka harus melintasi sungai serta medan yang cukup berat setiap hari untuk pergi ke sekolah.

“Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga untuk lebih bersyukur dan terus semangat dalam menuntut ilmu,” ungkapnya.

Program Nasional Dai 3T merupakan salah satu upaya pemerintah melalui Kementerian Agama RI dalam memperkuat layanan keagamaan di wilayah yang masih minim dai, guru ngaji, dan literasi keagamaan.

Partisipasi mahasiswa Pascasarjana UIN Palopo dalam program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkontribusi dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya di daerah yang membutuhkan perhatian lebih.

Di akhir masa pengabdiannya, Fiqran berpesan agar mahasiswa terus meningkatkan kapasitas diri, menyelesaikan studi tepat waktu, serta memanfaatkan ilmu untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Penulis: Ashar Zabir
Foto: Humas Pascasarjana
Penyunting: Reski Azis

Spread the love
Related Posts
Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *

qwe
Translate »