Palopo — Semangat pelestarian budaya lokal berpadu dengan kreativitas mahasiswa, tampak dalam Pameran Seni Budaya Bugis yang digelar Program Studi (Prodi) Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo, bertempat di Lapangan Tenis Kampus I, Jalan Agatis, Kelurahan Balandai, Kecamatan Bara, Senin (25/5/2026) kemarin.
Pameran ini menghadirkan beragam karya mahasiswa PIAUD semester II dan IV sebagai implementasi praktikum mata kuliah Seni Rupa dan Perkembangan Motorik Anak. Kegiatan tersebut dinilai tidak hanya menjadi ruang ekspresi akademik mahasiswa, tetapi juga sarana edukasi budaya bagi masyarakat dan pelajar di Kota Palopo.
Nuansa budaya Bugis tampak kuat melalui berbagai karya yang dipamerkan, mulai dari lukisan bernuansa etnik, replika senjata tradisional Bugis, aksara Lontara, hingga busana adat Bugis. Pengunjung juga disuguhkan penampilan tarian tradisional dan parade busana Bugis yang dibawakan oleh siswa Lab School PIAUD FTIK UIN Palopo.
Ketua Prodi PIAUD FTIK UIN Palopo, Pertiwi Kamariah Hasis MPd, menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda sejak usia dini.
“Pameran ini kami hadirkan sebagai media edukasi budaya sekaligus ruang kreativitas mahasiswa. Kami ingin anak-anak dan masyarakat semakin mengenal budaya Bugis melalui pendekatan yang menarik dan menyenangkan,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan identitas budaya lokal penting ditanamkan sejak dini agar generasi muda tidak tercerabut dari akar budayanya di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi.
Sementara itu, Dekan FTIK UIN Palopo, Prof Dr H Sukirman N SS MPd, mengapresiasi inisiatif mahasiswa dan dosen dalam menghadirkan pameran yang memadukan unsur pendidikan, seni, dan budaya.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran di kampus tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga mampu melahirkan karya kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat. Selain mengembangkan kompetensi mahasiswa, kegiatan ini juga memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal,” ungkapnya.
Pameran Seni Budaya Bugis ini dianggap menjadi salah satu bentuk komitmen kampus dalam mendorong pembelajaran berbasis budaya lokal, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pelestarian nilai-nilai kearifan lokal di tengah masyarakat.
Penulis: Jefri Nugraha
Fotografer: Tim Humas
Penyunting: Reski Azis












